Warning: file_get_contents(http://ipinfo.io/34.204.169.76): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.0 429 Too Many Requests in /home/ainc4129/public_html/wp-content/plugins/nm-visitors/nm-visitors.php on line 97
Aleya dan Alika - Ainhy Edelweiss
Beranda Cerpenku

Aleya dan Alika

7 tahun yang lalu…

“Le, mimpi kamu apa?”

“Aku? Apa yah? Mimpi kamu apa?”

“Yah nanya balik.” Senyumnya mengembang. Alika menatap langit senja. Mereka berdua adalah sahabat. Keduanya sering mendatangi puncak yang tak jauh dari rumah Aleeya. Disana, mereka menikmati senja, tanpa beban, tanpa rasa sedih. Dua remaja itu, saling bergeming di senja sore hari.

“Sebentar lagi kita ujian nasional Le, kita bakal…” Seakan merasakan kesedihan untuk pertama kalinya, Alika menatap sahabatnya. Mungkinkah persahabatan mereka abadi?

“Mimpi aku keliling dunia Le, menjelajahi Eropa. Tapi sebelum itu, aku ingin menjadi pengusaha sukses. Doain aku ya Le.” Ia kembali menatap senja. Baginya, bukanlah tantangan masa depan yang ia cemaskan, ataupun masa-masa SMA yang akan segera berakhir, namun ia memikirkan sahabatnya.

“Li, aku hanya ingin menjadi guru di desa. Membantu ibu dan ayah bertani. Mereka sudah tua, walaupun…” Sesak, Aleeya menahan rasa sesak itu. Jauh dari lubuk hatinya, Aleeya ingin menjalajahi dunia bersama Alika, namun ia harus mengubur mimpi itu dalam-dalam.

“Walaupun nanti kita akan berpisah. Kamu adalah sahabatku, aku sangat percaya dengan mimpi-mimpimu. Aku akan sangat merindukanmu.”

Aleeya memeluk sahabatnya, barangkali senja di sore itu menjadi saksi perpisahan mereka. Hari ini tak lagi sama dengan hari esok. Waktu terus berjalan tanpa henti, meski dua sahabat harus berpisah dan berjalan mengikuti roda kehidupan. Namun, satu hal yang pasti, Aleeya dan Alika memiliki kenangan bersama.

Hari ini, 10 November 2020 di London.

Alika mengirim email pada seseorang. Ia menatap laptopnya sejenak, mengamati foto dua gadis remaja yang menatap senja.

“It’s been seven years Le, aku sangat merindukanmu.” Senyumnya mengembang. Ia sangat bahagia bisa mewujudkan mimpinya.

“Ini semua berkat doamu Le, maaf aku tidak bisa datang. Tapi aku janji, setelah menyelesaikan bisnisku disini, aku akan pulang ke Indonesia.” Gumamnya dalam hati.

To: AleeyaLi@gmail.com

I was shocking but very happy to hear that my bestfriend. I’m so sorry can’t be there for you this time. Happy wedding my Bestie.

With love,

Alika

Thankyuuu sobat telah berkunjung di blog Ainhy Edelweiss. Silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar yah, xoxo

Back To Top
error: Content is protected !!