Beranda Resensi Buku

Love is the Answer

textgram_1517419615-1899461760.png

Judul : Love is the Answer
Penulis: Jenny Thalia Faurine
No ISBN: 978-979-383-297-5
Tahun Terbit: Juli 2014
Rating: ☆☆☆

Blurb

Yang keluar dari mulut Fellix:
“Enak aja, jangan mentang-mentang gue cucu pertama ya, terus langsung gue yang jadi pewaris utama!”

Yang keluar dari mulut Otis:
“Bagaimana kalau aku langsung menolak saat ini juga?”

Yang keluar dari mulut Owen:
“Siapa sih yang ngasih Kakek ide konyol kayak gini? Nentuin pewaris utama HG dari perjodohan? Damn, perjodohan yang dibalut sayembara makan gratis. Kurang gila apa coba?!”

Yang keluar dari mulut Dylan:
“Dan sekarang kita di sini karena Kakek mau bahas perjodohan ini. Gila, gue masih delapan belas tahun! Masa iya, udah ancang-ancang mau dikawinin?”

***

Dora berhasil ikut acara 30 Days for Finding Food!

Bagi seorang big foodie seperti Dora, ikut acara wisata kuliner gratis semacam itu adalah kebahagiaan terbesarnya–tentunya selain berburu kuliner bareng soulmate-nya, Ronald, yang baru saja tiada. Thanks God, ia tergolong perempuan yang darilahir punya bakat kurus, jadi nggak perlu beli timbangan cuma buat mengawal berat badannya sebulan ke depan.

Akan tetapi, masihkah semua itu bisa ia juluki sebagai kebahagiaan kalau perjalanan kulinernya kali ini adalah perjodohan terselubung?

____

Let’s ghossiping

How the story?

Jadi, novel ini genre remaja gaes, teenlit banget menurut aku, because tokoh utamanya masih SMA, namanya Aldora. Well, novel ini berkisah tentang Dora yang terpilih sebagai pemenang 30 days for finding food di salah satu perusahaan ternama. Kakek pemilih perusahaan sengaja memilih Aldora untuk keempat cucu-cucunya sebagai penentu penerus hak waris perusahan HG, namun Dora tidak mengetahui rencana tersebut. Sementara itu, keempat cucu HG memiliki karakter yang berbeda-beda. Akankah Dora jatuh cinta pada salah satunya, atau Dora tidak memilih siapapun karena masa lalunya?

Whats interesting?

Yang menarik itu tentang karakter Dora yang kadang kocak dan gila makannya itu tuh, yang buat aku baca buku ini sedikit ngiler. Soalnya bahas soal makanan melulu. Bacaannya ringan dan teenlit banget, jadi baca buku ini berasa balik ke masa SMA dulu.

Unforgetable story?

Hmmm… Adegan pas Owen meminta maaf ke Aldora. Soalnya karakter Owen sedikit keras kepala dan egois, tiba-tiba lost hight temperature when refealling his heart to Aldora.

Whats unexpected?

So far so good, hanya saja karakter keempat tokoh dalam buku itu kurang ngeeeh dan juga detail fisik mereka susah ngebayangin, itu aja sih. But ini recomended buat kamu yang suka teentlit romance.

whats message?

Aku sangat suka pesan dalam buku ini. Kehilangan seseorang yang sangat kita cinta gak mesti diratapi terus-menerus, namun kita harus belajar merelakan tanpa melupakan. Dengan begitu, saat mengenangnya, bukan beban yang dirasakan, malah perasaan bahagia akan kenangan bersama.

4 thoughts on “Love is the Answer

  1. Hem, baca reviewnya serasa nonton drama korea digabungi sama FTV heheheh
    Aldora td kupikir cowok loh, tetapi ternyata cewek ya,, soalnya dipanggilnya Dora bukan nya Aldo. Kalimat penutupnya keren banget deh,, “Belajar dengan merelakan bukannya melupakan” hehehe thanks for sharing Ainhy

Thankyuuu sobat telah berkunjung di blog Ainhy Edelweiss. Silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar yah, xoxo

Back To Top
error: Content is protected !!