Warning: file_get_contents(http://ipinfo.io/34.204.169.76): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.0 429 Too Many Requests in /home/ainc4129/public_html/wp-content/plugins/nm-visitors/nm-visitors.php on line 97
A rose - Ainhy Edelweiss
Beranda Cerpenku

A rose

Februari 2013

Kayana bersiul riang menuju sekolah. Ia tak sabar segera mencium aroma bunga mawar yang dipelihara di depan kelas. Seolah bunga dan taman kecil itu miliknya.

Ia menghentikan langkahnya tepat di depan bunga mawar. Wajah yang tadinya sumringah seketika memudar. Kayana diam. Ia tak bisa menyembunyikan rasa sedihnya. Ia terus memandangi taman yang sudah setahun lebih ia jaga. Di taman itu, dengan sepenuh hati, Kayana merawat bunga mawar. Ia tak peduli ejekan teman-temannya. Baginya, bunga itu sangat berarti. Sebuah peninggalan dari orang yang paling menyayanginya.

“Maaf Yana, bunga itu terpaksa kami cabut. Kepala sekolah ingin menata ulang halaman sekolah, gak hanya itu, seminggu lagi seluruh kelas akan direnovasi. Dengar-dengar, selama dua bulan kita akan menggunakan sekolah SMP 1 untuk sementarawaktu, itupun kelasnya sore.” Teman Kayana mengakhiri ucapannya. Ia pergj meninggalkan Kayana. Siapapun jika melihat Kayana saat ini, semua bisa paham. Ia kehilangan.

Kayana menunduk. Ia menahan air mata yang sebentar lagi mengalir di pipinya. Bunga itu, adalah peninggalan terakhir almarhum sang nenek. Ia sengaja memelihara bunga itu di sekolah. Dan hari ini, ia pun kehilangan sesuatu yang amat berharga baginya.

Kayana, ingin seperti bunga mawar. Ia memiliki duri yang dapat melindunginya dari siapa pun. Ia juga tak ingin hanya cantik rupawan, namun memiliki hati yang busuk. Baginya, bunga mawar adalah simbol sekaligus pesan terakhir dari almarhum neneknya. Nasehat terakhir untuk Kayana dalam hidupnya.

2 thoughts on “A rose

  1. Ia juga tak ingin hanya cantik rupawan, namun memiliki hati yang busuk.

    Kalimat ini saya gak paham maksudnya kemana di paragraf terakhir cerita. Kok rasanya aneh ya.

    Cerpen ini kelewat singkat. Padahal saya pengen tahu ending cerita Kayana bagaimana pasca tumbuhan mawar itu dicabut.

Thankyuuu sobat telah berkunjung di blog Ainhy Edelweiss. Silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar yah, xoxo

Back To Top
error: Content is protected !!