Beranda Puisiku

Mengejar Mimpi

images(12)-483992606.jpg

“Mimpi tanpa perencanaan hanyalah sebatas angan-angan…”

Aku tertegun. Diam sejenak. Kubaca lagi kalimat motivasi di layar ponselku. Entah kenapa, aplikasi yang kudownload menampilkan kalimat ini. Serasa ditampar.

Yah, aku memang memiliki cita-cita, harapan-harapan dalam hidup yang ingin kuraih. Namun, kalimat ini telah membuatku sadar. Bahwa, mimpiku hanyalah angan-angan, karena aku hanya bermimpi tanpa merencanakan. Atau, katakanlah aku ini perencana paling payah.

Kuletakkan kembali ponselku di atas meja. Aku kembali berbaring di kasur. Bukan untuk tidur. Namun, kupejamkan mataku. Menelaah kembali mimpi-mimpiku yang sudah memudar. Kubayangkan kembali masa-masa remajaku yang penuh mimpi. Kurasakan gejolak semangat pada saat itu, dimana tawa dan canda menjadi pelengkap mimpiku. Aku tersenyum. Betapa bahagia bermimpi kala itu, namun betapa menyedihkan bermimpi di masa dewasa ketika dihadapkan oleh realitas-realitas kehidupan.

Kalimat motivasi itu kembali terngiang. Aku tak boleh hanya sekedar bermimpi. Usia semakin bertambah, penyesalan semakin menumpuk, seperti hidup dalam kubangan lumpur. Aku ingin keluar dan merasakan hidup sekali lagi!

Setelah merenungi semuanya, aku menata kembali mimpiku. Membuat sebuah perencanaan matang untuk mewujudkannya. Dan saat yang sama aku bingung. Harus mulai dari mana? Aku telah jauh terjatuh dalam kubangan lumpur. Tubuhku nyaris habis terhisap olehnya. Lagi-lagi, aku memejamkan mata.

Hatiku menyebutkan sebuah nama. Tuhan. Lagi dan lagi. Hatiku berkali-kali memanggil nama-Nya. Ya Rabb, beri aku petunjuk dimana harus memulai. Tak terasa, air mataku mengalir. Aku menangis.

Terbayang wajah kedua orangtuaku. Wajah yang selalu membuatku damai saat menatapnya. Wajah yang selalu kurindukan. Wajah yang membuat hatiku hancur berkeping-keping jika melihat raut sedih disana.

Ada kedamaian saat menyebut nama-Nya. Aku tak lagi bingung harus mulai dari mana. Tak perlu jauh-jauh, itu harus dimulai dari dalam diriku sendiri.

Bismillahirrahmanirrahim…

Perencanaan pun kulakukan. Dan informasi tak terduga datang begitu saja. Aku menghadiri sebuah seminar program beasiswa. Meski dalam keadaan sakit, di tempat itu, aku mengambil banyak pelajaran.

Kini, aku sedang berusaha keras mewujudkan mimpiku. Tak peduli akan hasil akhir kelak, karena aku percaya bahwa Tuhan Maha Mendengarkan doa-doa hamba-hamba-Nya.

P.s

Yang punya info beasiswa bisa berbagi di kolom komentar, berbagi kisah juga gpp 😊

Thankyuuu sobat telah berkunjung di blog Ainhy Edelweiss. Silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar yah, xoxo

Back To Top
error: Content is protected !!