Beranda Puisiku

Menanti

Sebagaimana perempuan pada umumnya, aku juga menantimu.

Menantimu tidak seperti menunggu dan duduk di teras rumah, memandangi senja, menyaksikan sempurnanya rembulan, dan indahnya mentari pagi hari.

Menantimu, adalah meniti sebuah perjalanan menemukan. Menemukan bagian dari diriku yang akan melengkapi dirimu.

Namun, dalam perjalanan menantimu, aku tersandung, merintih, hingga terjatuh. Ternyata, aku tak hanya melakukan perjalanan, namun tak kutemukan petunjuk siapa dirimu.

Nyatanya, jawaban itu kutemukan dikemudian hari. Dialah cerminan diriku.

Aku merenung. Melihat kedalaman hatiku. Tidak! Bagian diriku telah hancur. Sebagian lagi sangat rapuh. Bagaimana aku bisa melengkapi hidupmu?

Aku ingin kembali di titik awal perjalanan itu, namun tak kutemukan jalan kembali karena ia adalah waktu yang mengendarai hidupku.

Aku masih disini. Terpaku pada tanya yang tak pernah usai.

Thankyuuu sobat telah berkunjung di blog Ainhy Edelweiss. Silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar yah, xoxo

Back To Top
error: Content is protected !!