Aktivitasku Beranda

Melawan Rasa Malas

Hello friends, good evening.

Malam ini gue cuma mau cap cis cus soal melawan rasa malas. Sebenarnya ini draft tulisan dua hari yang lalu, tapi baru sekarang bisa selesaikan tulisan gue.

Malas. Menurut gue rasa ini tak biasa friends bener gak? Why? Kalau dipelihara bisa-bisa membentuk kebiasaan buruk dan hasil yang tidak baik. Apakah kamu termasuk orang yang pemalas? atau kamu sudah bisa mengatasi rasa malas tersebut? ataukah kamu susah move on dari rasa malas?

Gue pribadi belum bisa sepenuhnya lepas dari rasa malas. Dua hari yang lalu tepatnya pada hari minggu, gue ada kelas menulis di Paradigma Institute, sejam sebelum kelas dimulai, gue menimbang-nimbang soal pergi gak yah, pergi gak yah, tahu kenapa gue malas? yah faktornya terlanjur di tempat tidur, terlanjur di zona nyaman, nah ini nih yang bikin susah move on. Kata temen gue, apa bedanya kamu ama kucing kalau malas masih dipelihara? Nah setiap mengingat kata-kata itu, gue jadi kesal sendiri. Masa mau disamain kucing. Tapi, kata-kata temanku ini jlebb banget dan tersimpan di memori otak gue begitu saja. Jadi setiap kali merasa malas, kata-kata teman gue itu datang tanpa diundang melengking di telinga. Siapa juga yang mau disamain sama kucing.

Akhirnya, gue beranjak dari tempat tidur, meski masih diliputi perasaan acuh tak acuh. Saat bergegas, gue seperti dalam dimensi waktu slow motion, semuanya serba lambat tapi akhirnya selesai juga. yeay!

And guess what, sejam kemudian tibalah gue di Paradigma Institute. Yang tadinya gue merasa males banget, kurang antusias, tiba-tiba berubah drastis. Ibarat adrenalin yang terpacu saat menginjak kecoak, mata gue membelalak melihat deretan buku-buku. Dan tentu saja, yang menghilangkan rasa malas gue adalah suasana di Paradigma Institute. Gue ketemu dengan orang-orang baru, kami saling berkenalan, tukar pendapat, dan menceritakan hasil tulisan masing-masing. Jadi, gue mikir kalau rasa malas itu bisa dipicu oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah lingkungan. Di rumah, sekali gue pulang kerja rasa malas tersebut kembali menggerayapi. Kenapa? Gue gak punya teman sebaya atau paling tidak teman sehati untuk saling bertukar pikiran. Pada akhirnya lagi-lagi handphone menjadi pelarian utama gue. Tapi, berselancar di sosial media itu gak seasik ketika ngobrol langsung. Akhirnya, hidup jadi monoton.

Sekarang masih malas?

Yah terkadang. Tapi, gue punya cara tersendiri melawan rasa malas. Salah satunya menentukan target. Karena gue mau punya sertifikat toefl dengan skor minimal 500, dan harus punya tulisan di blog minimal update dua atau tiga kali seminggu, akhirnya gue pasang target. Dalam sehari, gue harus meluangkan waktu paling tidak minimal 15 menit belajar bahasa inggris, kedua untuk rajin menulis paling tidak dalam sehari gue punya cuitan di sosmed satu paragraf yang berkaitan dengan minat gue dibidang cerpen atau puisi. Itu kalau penyakit malasnya lagi kronis. Kalau gak yah pasti bisa lebih dari 15 belas menit.

Ada satu kisah tentang kancil dan kura-kura yang menjadi pelajaran moral bagi gue khususnya mengatasi rasa malas. Yaitu kura-kura yang diajak berlomba lari sama kancil. Kura-kura itu berjalan lambat, tapi selambat-lambatnya ia berjalan, kura-kura pada akhirnya bisa menang. Bagi gue, memiliki sifat pemalas pasti akan memberikan dampak pada seluruh aktifitas sehari-hari. Dan oleh karena itu, kita lamban melakukan sesuatu. Dengan belajar dari kisah kura-kura bagi orang yang masih susah move on dari rasa malas, kita bisa mencapai target yang telah ditentukan. Asal itu konsisten, meski gerakannya lambat, toh pasti akan menuai hasil.

Upss jadi panjang kali lebar nih tulisan gue. Yap itu aja dulu. Kalau kamu punya cerita yang sama atau barangkali tips-tips melawan rasa malas ala kamu, please put your comment here.

_____

Mksr, 08 Okt 2018

Sumber gambar: pinterest.com

5 thoughts on “Melawan Rasa Malas

  1. Sibuk yg urusannya tanggungjawab sama orang lain, jadi kepaksa deh. Target sendiri kadang kalah dgn rasa malas sih, mbak. Eh kalo saya lho.
    Target mesti ditulis besar2 di tempat yg sering dilihat, jadi keinget terus.
    Semoga targetnya terpenuhi semua yaa, amiin..

    1. Iyah mba gak bsa dipungkiri, makanya kalau saya pribadi selalu pegang filosofi kisah kura-kura. Bisa dicoba nih kak pengin nulis besar2 targetnya juga 😊 semoga terpenuhi semua yah mba, amiin πŸ™‚

  2. Betuuull.. The Power of 15 Minutes hahhaa.. saya juga begitu, gak perlu sempurna yang penting ada progressnya. Kadang kalo kita ngejar kesempurnaan, malah ragu dan jadi pasif. Hihi..

Thankyuuu sobat telah berkunjung di blog Ainhy Edelweiss. Silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar yah, xoxo

Back To Top
error: Content is protected !!