Warning: file_get_contents(http://ipinfo.io/100.24.209.47): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.0 429 Too Many Requests in /home/ainc4129/public_html/wp-content/plugins/nm-visitors/nm-visitors.php on line 97
Sajak Untuk Mantan - Ainhy Edelweiss
Beranda Puisiku

Sajak Untuk Mantan

Jejak Tinta

Buku yang usang

hendak kubuang di tong sampah

nyaris habis dimakan rayap

sisa-sisa syairmulah yang masih abadi di buku usang itu

kulirik sejenak

Ah sialan! memori tentangmu berdatangan

seketika kuingat janji manismu, kularut dalam kenangan, kusangka itu sungguhan, nyatanya hanya sebuah kalimat yang tinggal dalam buku usang

Mula-mula

Mula-mula kau memasang jaring, menenangkan ombak, lalu berjaga sepanjang malam

ikan-ikan yang kelaparan menyerbu cacing-cacing busuk, mengabaikan jejaring yang kini mengepungnya

Mula-mula kau nyalakan api, menyiapkan tikar, memasak nasi, dan tak lupa mengosongkan perut

Kau elus ikan-ikan itu dengan pisau, menghangatkannya di atas api unggun

Kau santap, kau kenyang, tak tersisa satu tulang sedikit pun

tiba waktumu pulang, beranjak pergi tanpa menoleh

Jalan Panjang

Begitulah hidup, kata petuah nenekmu. Betul, kata petuah kakekku

Tapi tidak bagiku dan bagimu

Jalan masih panjang, kehidupan datang silih berganti, yang pergi tak pernah kembali itulah mantan

Yang pergi meninggalkan genangan, itulah kenangan

Yang terbentang menunggu di depan mata, itulah masa depan

Jalan yang kau tapaki saat ini, itulah milikmu

____

19 Oktober 2018, Mksr

Picture by Pinterest

36 thoughts on “Sajak Untuk Mantan

  1. Hai mba. Setuju banget kalau kita harus menghadapi masa depan dan tak pikirkan masa lalu ya mba. Terima kasih sajaknya 🙂

  2. Hahaha aku sampai salah fokus sama komen ya Mbak Rani kalau mantan kamu Beruntung banget dibuatin syair. Mana syair nya bagus lagi. Aku dulu juga suka nulis kayak gini tapi sampai zaman kuliah aja hehehe

  3. Entah apa aku harus beruntung atau buntung
    Barisan mantan tak pernah mengisi ceruk hati
    Bagai bangunan peron stasiun kereta api
    Tempatku singgah, melangkah pergi dan tak pernah menoleh lagi

    Gimana, Ainhy?
    Sudah layakkah jadi puisi tandingan? ^^

  4. Mantan cukup dikenang saja. Mungkin di masa lalu dia yang terindah tapi akan tiba saatnya dia akan terlihat/terasa biasa saja, terutama bila sudah menemukan orang lain yang lebih indah 😅

  5. Adudu mantan.
    Saya kalau nulis soal mantan bakalan diketawain sama suami.
    Nggak percaya dia kalau ada yang suka sama saya dulu hahaha

Thankyuuu sobat telah berkunjung di blog Ainhy Edelweiss. Silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar yah, xoxo

Back To Top
error: Content is protected !!