Aktivitasku Beranda

Tak Hanya Merawat Diri, Merawat Buku Juga Perlu

“Let us remember: one book, one pen, one child, and one teacher can change the world.” Malala Yousafzai

Holla booklovers.

Bagaimana kabar weekendmu hari ini? Oh yah selamat hari sumpah pemuda! Sebagai pemuda di era milenial, sudahkah kita benar-benar menjadi pemuda Indonesia? Hmm.. pertanyaan ini sebetulnya untuk diriku sendiri sih, tapi aku gak mau mikir sendiri, hehehe. Apapun yang kita lakukan untuk Indonesia, kesadaran akan tanggung jawab bersama menjaga keutuhan NKRI itu penting.

Pastinya untuk mewujudkan Indonesia yang maju, kita memulai dari hal-hal yang kecil. Karena, ada pepatah mengatakan bahwa langkah kecillah yang menentukan langkah-langkah kita selanjutnya. Termasuk merawat diri. Soal merawat diri bagi perempuan jangan tanya lagi. Ini sudah menjadi ritual bagi kaum perempuan. Terlepas dari segala perangkat kecantikan, perempuan memang memiliki naluri untuk memerhatikan hal-hal di sekelilingnya apalagi jika sudah menyangkut dirinya.

Bagi booklovers, tak hanya merawat diri sebagai ritual menjaga kecantikan, tapi merawat buku adalah prioritas utama. Betul kan?

Pernah gak sih, usai membeli buku, lalu buku yang dibeli dipinjam oleh teman, saat dikembalikan cover bukunya menjadi lecet hingga robek? Atau bukunya terlipat-lipat tak beraturan, seperti habis digulung? Kebayang gimana ekspresi booklovers? greget pasti. Tapi, jangan salahkan peminjamnya kalau buku yang kita punya menjadi rusak, mungkin kita lupa satu hal. Bagi booklovers yang doyan nimbun buku, kadang kita hanya menyimpannya di lemari, atau meletakkan di sembarang tempat. Hal tersebut, tentu saja bisa merusak buku.

Bagaimana Tips Merawat Buku?

Sediakan Rak Buku

ef936089fda07f08d19b14816d8527f1-397296902.jpg
Pinterest

Bukan cuma booklovers loh yang perlu tempat senyaman mungkin, buku yang kita punya juga membutuhkan tempat yang nyaman. Salah satunya, rak buku. Rak buku memiliki beragam model yang bisa kita gunakan di rumah pribadi. Soal space yang mengambil ruang, jangan khawatir. Sekarang ada rak dinding buku kreatif, selain eye catching, buku-buku akan tertata rapi.

Bungkus buku dengan plastik

7e7389fad2596d5a308221d741035b9b-747072030.jpg
Pinterest

Kalau booklovers hendak keluar rumah dan kebetulan hujan deras, pasti butuh payung kan? atau paling tidak, booklovers membutuhkan pelindung diri saat hendak beraktifitas di luar ruangan. Buku juga perlu dilindungi loh. Salah satunya, membungkus buku dengan plastik. Banyak booklovers yang kurang memerhatikan ini. Alasannya, karena bukunya gak seberapa, gak punya waktu, atau bikin repot. Wait, hold on! Buku itu sama seperti kita loh, perlu dijaga. Buku yang sudah dibungkus plastik, akan membuat buku tahan lama, cover buku jadi terlindungi, terus awet muda deh bukunya.

Perlu membuat list koleksi buku

3d8b78e18664caa0410c0b818069f19d-1358907209.jpg
Pinterest

Booklovers, sekarang punya koleksi buku berapa? Lima? Sepuluh? Dua puluh? atau malah gak ingat sudah berapa jumlah buku yang kita miliki. Alasannya pasti karena, kebanyakan buku yang kita miliki sudah di negeri antah berantah. Pernah gak teman pinjam buku terus lupa dibalikin? Nah ini nih problema setiap booklovers. Gak dipinjam, jadi gak enak. Solusinya gimana?

Gak peduli seberapa banyak buku yang booklovers punya, membuat list buku itu penting. Kalau perlu, selain list koleksi buku yang kita miliki, kita juga harus membuat daftar buku peminjam. Aku pribadi membuat list khusus daftar peminjam, ala perpustakaan gitu, padahal bukunya bisa dihitung jari. Tapi, bagi aku, penting banget me-list buku, jadi kita bisa melacak buku yang kita cari jika lupa siapa yang pinjam.

Bersihkan Rak Buku minimal 1x sebulan

86a7840ab3cc07f4ebd84a819ba73115-820653598.jpg
Pinterest

Ketika disibukkan dengan aktifitas di luar ruangan, aku gak lagi sering nongkrong di depan rak bukuku. Alhasil, setelah beberapa bulan saat mengecek rak buku, ternyata buku-bukuku jadi berdebu. Bahkan debu-debu yang tadinya hanya bertengger di papan rak, juga merusak lembar-lembar bukuku. Aku menghela nafas, tanda sebuah penyesalan. Akhirnya, ritual membersihkan rak 1x sebulan sudah menjadi bagian dari prioritas. Terkadang, buku yang sudah kita baca langsung disimpan di rak buku. Kita gak lagi menengok buku-buku tersebut.  Coba deh bayangin kalau kita berada di posisi buku tersebut. Selesai dibaca, ditutup, lalu disimpan deh di rak, terus gak pernah ditengokin lagi. Gak mau kan?

Jadi, buku itu ibarat makhluk hidup yang membutuhkan perhatian kita. Gak hanya sekedar dibaca, dikoleksi, dan dipajangin. Tapi, selain merawat diri sendiri, buku juga perlu perawatan.

Nah itu dia sharing seputar dunia buku weekend kali ini. Bagaimana denganmu teman-teman?


28 Oktober 2018, Mksr.

45 thoughts on “Tak Hanya Merawat Diri, Merawat Buku Juga Perlu

  1. Buku dan komikku dari SD tersimpan rapih di rak, disampul semua. Tapi waktu gempa Jogja tahun 2006, rumah ambruk, rak buku kehujanan berhari-hari, bukunya hancur semua. Sampai sekarang masih sedih kalo inget nasib buku-bukuku.

  2. Nunda banyak koleksi baik dr hadiah GA, buku2 antologi, buku macem2lah, rapiiiih di rak buku dan selves dinding. Tp karena jarang pulang ke rmh, plng seminggu sekali kadang Sebulan 2x nengokin rumah
    Huhuhuuu…buku2 jdlah berdebu bagian sisi atas dan samping, warnanya berubah, hiks
    Apa boleh buat.

  3. MasyaAllah ini boleh ditiru hehe, rasanya saya juga harus mulai merapikan buku-buku nih, sebagian hanya ditumpuk diatas meja didekat meja rias kamar, terfikir untuk beli rak buku

  4. Aku sekarang kalo beli buku suka langsung minta sampulin sekalian.
    Tapi kebiasaan menyampul buku ini sudah sejak dari dulu, alhadmulillah~
    Kerasa banget kalo gak disampul, pasti aja slebor atau bisa jadi gak sengaja siih…
    Ketumpahan air saat bepergian dan berada di tas yang sama.
    Duuh~
    Jadi keriting deeh bukunya.

    Tapi aku beneran suka lupa siapa yang minjem bukuku.
    Tapi aku sellau mendoakan mereka (baca : si buku yang dipinjam) bisa senang dengan pemiliknya yang baru.
    Bisa bermanfaat buat orang lain…

    Semoga aku dapet pahala yang terus mengalir.
    Aamiin.

  5. Huaaaa, ini penting pake banget!
    Dulu siih setiap kali habis beli buku, WAJIB disampul dulu sebelum dibaca. Biar tidak mudah kusut, apalagi klo sudah barter pinjam sama teman, hauu hauu.
    Bahkan saya klo pinjam buku teman, biasa kerajinan sampulin bukunya sebelum dikembalikan, heheheh.

  6. Rata-rata dulu ngelakuin semuanya ini. Apalagi zaman kuliah. Tapi sejak sayang melihat buku ngendon di rak dan kayaknya lebih asik kalo banyak orang yang bisa merasakan manfaatnya, plus gegara sering nomaden, jadi udah nggak lagi deh.

  7. iya nih mbak, duh jadi ingat nasib buku-buku ku yang lagi aku tinggal cuma masukin lemari nggak dibungkus plastik, memang kadang beberapa jadi lembap dan kertasnya jadi kekuningan…thanks tips nya mbak

  8. aku malu padamu mba, aku kurang suka baca buku… bukuku keitung pake jari nih 😀
    rata-rata dulu itu kalau mau baca buku ke perpus atau tempat sewa buku, aku senengnya baca novel macem Dan Brown ma Twilight gt kan mehong kalau beli hohoho…

Thankyuuu sobat telah berkunjung di blog Ainhy Edelweiss. Silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar yah, xoxo

Back To Top
error: Content is protected !!