Warning: file_get_contents(http://ipinfo.io/34.204.169.76): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.0 429 Too Many Requests in /home/ainc4129/public_html/wp-content/plugins/nm-visitors/nm-visitors.php on line 97
Asa Ayuni - Ainhy Edelweiss
Resensi Buku

Asa Ayuni

Judul : Asa Ayuni (Blue Valley Series) Penulis : Dyah Rinni Penerbit : Falcon Publishing Tahun terbit : 2016 Tebal : 244 hlm Kategori : Novel ISBN : 978 – 602 – 14568 – 9 – 7

 

Blurb:

Di pojok selatan Jakarta, kau akan menemukannya. Tempat itu tak sepanas bagian Jakarta lainnya. Langit di sana sering berubah seolah mengikuti suasana hati penghuninya. Kau akan bisa menemukannya dengan mudah. Ada banyak rumah di sana. Orang menyebut tempat itu Blue Valley.

Di salah satu bloknya, ada sebuah rumah, yang kalau kau masuk ke dalamnya akan merasakan nuansa paduan klasik dan modern. Desainnya tampak chic, dan bantal pink elektrik di atas sofa cokelat akan membuatmu betah di sana.

Seorang perempuan yang pandai membuat kue tradisional akan menjadi teman mengobrolmu. Dia punya toko kue tak jauh dari rumahnya. Dia sedang berduka, baru saja kehilangan suaminya. Ada getir terpancar dari matanya. Namun, dia amat terlihat berusaha tegar. Perempuan itu Ayuni. Perempuan manja yang sedang berpura-pura tangguh demi memupuk asanya yang baru saja hancur.

***

Kehilangan secara tiba-tiba oleh orang yang paling disayangi dan sangat bergantung padanya adalah kesedihan yang paling mendalam seperti halnya dialami oleh Ayuni. Seorang ibu rumah tangga yang memiliki usaha toko Gulaloka. Sepeninggal Satria, Ayuni menjalani kehidupan yang begitu berat. Dan di saat yang sama, ia harus mengatur keuangan dan nasib masa depan tokonya. Tapi siapa yang akan mengganti perannya di toko Gulaloka?

“Kalau emang belum siap, jangan dipaksakan, mbak. Kehilangan itu memang berat.” Jeniper, hlm. 52.

Fairy Talks…

Aluuha teman-teman readers, udah pada baca blom seri Blue Valley? salah satu serinya adalah buku ini loh. Meski udah lama di tangan, aku baru sempet baca dan review hihi.

Kesan pertama saat melihat buku ini adalah covernya. Yap aku suka warna hijau dengan paduan cover yang gak terlalu mencolok. Dari judul aku mulai menebak-nebak, siapa sih Ayuni ini? Tentang asa/harapan apa yang akan dikisahkan? Dan….. guess what? Proses baca buku ini menguras banget emosiku huhu. Sejujurnya alur kisah Ayuni sederhana aja gaess, tapi yang buat aku terharu tentang kehilangan Ayuni. Siapa sih yang gak sedih ketika kehilangan secara tiba-tiba tanpa sempat mengucapkan salam perpisahan? Nyesek banget kan.

“Anda tahu apa yang paling menyakitkan dari kematian mendadak? Kita tidak pernah bisa mengucapkan selamat tinggal, ataupun mengatakan betapa kita menyayangi mereka.”

Hlm. 185

Untuk penokohan aku jatuh hati sama Elang. Why? Karena Elang punya prinsip yang jarang dimiliki oleh orang jaman sekarang ini. Hidup dan dibesarkan di keluarga memang terdengar ‘wah’ tapi… bagaimana jika kamu tak pernah merasakan kebahagiaan di dalamnya? 

“Kita harus bekerja keras, kalau tidak dunia ini akan keras pada kita.” Elang, hlm. 152.

Hanya ada satu nih yang mengganjal buatku. Penyelesaian konflik antara Ayuni yang tiba-tiba mendatangi ayahnya Elang terasa cepat. Padahal di bagian ini nih yang buat air mataku mengalir huhu.

Afterall, i like this book. Very recomended bagi teman-teman readers khususnya yang pernah kehilangan.

Selamat memeluk kehilangan. 🙂

____

Nb: Tulisan ini merupakan pindahan dari blog lamaku 🙂

Thankyuuu sobat telah berkunjung di blog Ainhy Edelweiss. Silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar yah, xoxo

Back To Top
error: Content is protected !!