Beranda Puisiku

Sepucuk Surat Untuk Ibu

Kepada Ibu yang jauh di tanah rantau,

Teringat masa kecilku Ibu, kala itu Ibu menjemputku di sekolah. Samar-samar kulihat dirimu yang masih muda tersenyum kepadaku, namun rasa was-wasku membuatku berpaling darimu. Sudah berapa lama kita tak berjumpa kala itu? Sebulan? Dua bulan? Karena sesuatu dan lain hal, kau menitipkanku di rumah nenek, sejak saat itu, aku mulai terlatih berpisah jarak denganmu.

Kini, di usiaku yang beranjak dewasa, kita masih terpisah oleh jarak. Dan mungkin aku sudah kebal berpisah darimu ibu. Tapi, nun jauh dari lubuk hatiku, aku sangat merindukanmu. Air mataku selalu bercucuran setiap hari manakala mengingat momen-moment masa kecilku bersama ayah, ibu dan adik.

Tapi, aku payah ibu. Untuk mengatakan rindu padamu melalui telepon, aku tak bisa. Aku memendam semua rasa itu dalam-dalam. Cukuplah mendengar suaramu mengobati sedikit rasa rinduku.

Ibu, surat ini adalah curahan hatiku yang mungkin tak akan pernah tersampaikan.

Ibu, aku merindukan masakanmu, di sini, tak pernah kudapati masakan seenak masakanmu. Ibu, aku juga merindukan ocehanmu, dulu sebelum ibu memutuskan ke tanah rantau, aku pernah marah karena omelanmu setiap hari. Namun, baru kusadari, bahwa itu adalah bagian dari wujud cintamu. Sekarang, mendengar ocehanmu pun tak pernah lagi kudengar.

Ibu, aku tahu hidup yang Ibu jalani tidak mudah. Berada di posisimu adalah hal yang mungkin takkan pernah bisa kuhadapi.

Ibu, hanya doa dan restu yang kuharapkan di setiap langkahku meski kita terpisah jauh.

Ibu, aku merindukanmu. Semoga Tuhan selalu melindungimu Ibu…

Peluk cium dari anakmu.

 

2 thoughts on “Sepucuk Surat Untuk Ibu

Thankyuuu sobat telah berkunjung di blog Ainhy Edelweiss. Silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar yah, xoxo

Back To Top
error: Content is protected !!