Beranda Puisiku

[PUISI] Air Mata Seorang Ayah

Credit picture: pinterest

Manakala lidah tak mampu mengurai ucap kerinduan,

ucap kepedihan, ucap kehilangan,

maka air mata hadir menyampaikan kata yang tak tersampaikan

 

Masih ingatkah terakhir kali kau melihat wajahku?

dulu, semasa seragam abu-abu masih melekat di tubuhku

kau pergi dengan sebuah alasan yang belum bisa kumengerti

Rupanya sudah bertahun-tahun kau tak melihat wajahku

bagaimanakah rupanya? seperti apakah senyumnya?

Ia bukan lagi anak yang memakai seragam abu-abu

 

Untuk kali pertama, setelah kuberanjak dewasa

setelah kumemakai toga tanpa kehadiranmu

kau melihat wajahku dibalik layar bersegi empat

tenggorokanku tercekat, inginku katakan banyak hal

tapi kau menangis,

Dan air matamu lebih membuat hatiku pilu dibanding jarak yang memisah

semenit berlalu, aku menutup telepon

tak sanggup melihat derai air matamu…

4 thoughts on “[PUISI] Air Mata Seorang Ayah

Thankyuuu sobat telah berkunjung di blog Ainhy Edelweiss. Silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar yah, xoxo

Back To Top
error: Content is protected !!