Beranda Komunitas

Makassar Women Studies: Mendaras Perempuan dalam Perspektif Timur dan Barat

Ahad, 09 Desember 2018

Salah satu aktivitas positif yang paling menyenangkan di hari libur adalah mengikuti seminar atau event yang diadakan pemuda milenial. Salah satunya, saya mengikuti kegiatan perdana yang diadakan oleh komunitas Makassar Woman Studies.

Apa itu Makassar Woman Studies?

Jadi, Makassar Woman Studies selain komunitas juga merupakan organisasi yang dirintis oleh seorang perempuan yang memiliki antusias dan semangat yang tinggi. Beliau adalah Ana Mardiani Hyphatia.

Founder Makassar Women Studies

Setelah menyelesaikan pendidikannya di salah satu univesitas ternama di Makassar, tak membuat semangat belajar beliau terhenti begitu saja. Salah satunya, beliau merintis komunitas Makassar Women Studies sebagai bentuk kepedulian beliau terhadap perempuan-perempuan yang hingga detik ini masih terjebak pada stereotip yang berlaku di masyarakat.

Stereotip tersebut dari sisi kesetaraan gender, dianggap tidak adil bagi perempuan. Selain itu, ada banyak perempuan khususnya di wilayah Makassar, masih kurang memiliki wadah untuk belajar tentang jati diri seorang perempuan, oleh sebab itu, lahirlah komunitas Makassar Women Studies yang memberikan wadah bagi siapapun ingin belajar khususnya permasalahan gender.

Baca juga: 5 Manfaat Belajar Filsafat

Dan, bukan hanya perempuan yang bisa bergabung di komunitas ini, laki-laki pun bisa bergabung. Karena, pada dasarnya, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki sisi feminim dalam dirinya.

Saya termasuk salah satu dari sekian banyak perempuan yang mengalami problema ketika berbaur di lingkungan sekitar. Stereotip-stereotip yang masih berkembang, seolah menyudutkan peran perempuan itu sendiri. Salah satu stereotip yang paling populer adalah melarang perempuan keluar rumah dengan dalih bahwa perempuan hanya boleh tinggal di rumah dan mengurus rumah tangga. Adanya pandangan bahwa perempuan tidak boleh menjadi pemimpin dikarenakan faktor emosional yang dimilikinya. Benarkah demikian?

Tentu, stereotip tersebut bukan hanya paradigma yang menjadi dasar keyakinan banyak orang, namun tafsiran ayat dan hadis yang berbeda-beda tentang perempuan masih perlu dikaji lebih dalam,

Karena itulah, saya bergabung di komunitas Makassar Women Studies untuk menggali lebih dalam akan pengetahuan tentang perempuan khususnya dalam perspektif agama.

Saya merasa senang ketika mengikuti kegiatan perdana MWS. Selain menemukan teman-teman baru, saya belajar banyak hal seputar gender yang selama ini asing bagi saya.

Berikut ini cuplikan kegiatan yang berlangsung pada kegiatan perdana Makassar Women Studies

“Perempuan adalah cahaya Tuhan, dia bukan dicintai secara duniawi, dia berdaya kreatif bukan hasil kreasi.” Jalaluddin Rumi

Sampai jumpa di kegiatan selanjutnya sobat 🙂

Thankyuuu…

4 thoughts on “Makassar Women Studies: Mendaras Perempuan dalam Perspektif Timur dan Barat

Thankyuuu sobat telah berkunjung di blog Ainhy Edelweiss. Silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar yah, xoxo

Back To Top
error: Content is protected !!