Warning: file_get_contents(http://ipinfo.io/100.24.209.47): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.0 429 Too Many Requests in /home/ainc4129/public_html/wp-content/plugins/nm-visitors/nm-visitors.php on line 97
VENOM: Parasit Cerdas - Ainhy Edelweiss
Beranda Review Film

VENOM: Parasit Cerdas

Credit Picture: Helloworld Indonesia

Hands up your hand if you are Marvel’s lover movie. But me, i am not…

Sudah tiga hari mau nonton film, karena kolom di blog tentang review film terakhir update dengan judul Crazy Rich Asians: Harta atau Cinta . And please don’t ask me when i want to update the next book review. But, soon to be uploaded.

Jadi, Venom ini katanya bagian dari tokoh yang ada di Marvel, plis jangan tanya saya tokoh-tokoh Marvel, nonton sampai tuntas nggak pernah. Bukan karena tokoh dan kisahnya yang jelek, karena memang saya nggak mengikutinya sejak awal.

Tapi, saya cukup penasaran dengan film Venom ini. Yang buat saya tertarik sih cover/poster filmnya di XX1 Lite. Look so mystrerious. Berhubung semalam hujan dan sendirian, saya memutuskan nonton film ini. Awal nonton Venom ini udah bikin penasaran, Karena setting adegan pembukaannya yaitu pesawat jatuh, ditemukan banyak mayat dan berlokasi di Malaysia. Saya pikir setting tempatnya di Indonesia pas dengar polisi/tim medis perempuan berbahasa Melayu khas Malaysia, ketahuan deh. (walaupun asal nebak)

Baca juga: [Review Film] I Still See You

Oke sebelum lanjut reviewnya, kita kenalan dulu dengan tokoh utama pilihan saya di film Venom

Tom Hardy as Eddie Brock

Credit Picture: Independet.co.uk

Michelle Williams as Anne Weing

Credit Picture: Ew.com

Riz Ahmed as Carlton Drake

Credit Picure: Petelagi.com

Jenny Slate as Dora Skirth

Credit Picture: Lightbox.co.nz

Sinopsis

Eddie Brock, seroang wartawan yang bekerja di salah satu media memiliki popularitas yang patut diperhitungkan. Namun, popularitas yang sudah dimiliki dalam hitungan menit lenyap seketika. Eddie Brock dikeluarkan dari tempat dia bekerja sebagai wartawan. Peristiwa tersebut terjadi ketika Eddi diberikan tugas mewawancari Carlton Drake, seorang pemilik yayasan Life Of Foundation dan misi penerbangan roketnya ke luar angkasa.

Eddie Brock sangat pawai mewawancarai narasumber, bahkan menginvestigasi narasumber tanpa sensor. Itulah ciri khas Eddie sebagai wartawan. Namun, Carlton Drake dalam kacamata Eddie, adalah seorang pembual. Secara tak sengaja, Eddie menemukan dokumen rahasia di email kekasihnya, Anne Weing. Kecurigaan Eddie semakin besar saat mengetahui kasus di balik dokumen rahasia tersebut. What will happend for the next story?

Review Time

Penilaian Pemain Film

So far saya suka para pemain di film Venom ini. Tapi, nggak begitu greget dengan Eddie Brock yang diperankan oleh Tom Hardy, apa mungkin karena baru liat dia kali yah. Malah saya suka Carlton Drake si pemeran antagonis yang wajahnya keindiaan, apa memang asalnya dari sana yah? belum seraching sih hahaa.

Di awal-awal nonton ini, saya kurang sreg dengan Alien yang yaah you know lah film barat kebanyakan memberikan doktrin seolah-olah alien itu lebih pintar daripada manusia hahaha. Tapi, dipertengahan hingga akhir saya mulai suka film ini. Aksi yang dilakukan Eddie Brock dengan teman barunya, katakanlah si Alien yang disebut Symbiot itu sudah cocok dengan Eddie kini menyatu melawan Carlton Drake dengan misinya ke luar angkasa, yang katanya bumi ini udah nggak layak dihuni lagi. Yaiyalah nggak layak kalau kamu nggak rawat (unek-unek saya sebagai pemirtzaahh).

Eddie Brock yang tadinya seorang pecundang karena udah diputusin sama Anne gegara kehilangan pekerjaannya juga. Ukhh, kasian banget yah si Eddie. Tapi, pada akhirnya, Anne yang keliatan nggak ada apa-apanya muncul sebagai penyelamat di ending cerita.

Baca Juga: [Review Film] Just A Breath Away

Ada satu lagi nih pemain Venom yang saya suka senyumnya. Dora Skirth, seorang dokter yang meneliti symbiot di laboratorium. Katakanlah si dokter ini mengalami pergolakan batin dengan kelakuan Carlton Drake yang mengorbankan banyak nyawa manusia hanya demi menemukan kecocokan Symbiot sebagai parasit. Karena keputusan yang diambil Dora Skirth inilah sehingga Eddie Brock berani menerobos laboratorium Carlton Drake. And you can guess what happend for the next.

Penilaian Alur Cerita

Sutradara mungkin bisa dikatakan sukses ketika berhasil menyentuh sisi emosional dan rasa penasaran penonton. So far, alur cerita dalam Venom ini menurut saya cukup membuat penonton penasaran. Misalnya nih pertanyaan-pertanyaan saya yang muncul: Ada berapa emang symbiot yang berhasil menjadi parasit dalam tubuh manusia? kok yang aku perhatikan di film cuma ada dua, symbiot yang masuk di tubuh Eddie, kemudian adalagi anak kecil yang entah dari mana datangnya kemudian berakhir di mana. Trus, di ending terakhir, kan harusnya semua symbiot yang tadinya jatuh dari langit kembali dan berkumpul di roket luar angkasa buatan Carlton Drake, nah kok cuma parasit yang masuk di tubuh Carlton Drake yang ada? And many more questions… but sejauh ini cukup menghibur.

note: Bisa saja saya kurang fokus menonton jadi, ada banyak alur yang kurang connect menurut saya.

Baca Juga: [Review Film] Bioscopewala, Sang Manusia Bioskop

Penilaian Grafik Film

Kalau grafik keluaran film barat mah udah jempolan di mana-mana. Didukung dengan teknologi canggih, experience menonton lebih seru. Khusus symbiote yang menyatu dalam tubuh Eddie terbilang unik dan yaah nggak nyangka juga sih karena tampangnya lebih cocok jadi penjahat aja ketimbang hero (namanya juga anti-hero) yang tiba-tiba mau menyelamatkan bumi. Tapi dari film ini, dapat disimpulkan bahwa nggak semua yang berwajah monster itu memiliki watak monster juga.

So, itu dia sobat review receh dari saya. Kamu udah nonton film ini? ada nggak sobat rekomendasi film sci-fi serupa yang seru menemani akhir pekan? share yuk di kolom komentar 🙂

 

 

20 thoughts on “VENOM: Parasit Cerdas

  1. bukan penggemar marvel juga sih.. tapi karena punya remaja dirumah jadi mau ga mau harus mau ngeriew dikit sebelum ngasih izin dia nonton,,, dikit@ taulah tentang marvel… apalagi ada blog ini… makin mempermudah tugas saya…. hehehe makasih ya mbak

  2. Tom Hardy sukses memainkan Venom sebagai salah satu anti-hero Marvel. sebenarnya berharap menunggu ada cameo spiderman dalam film ini. mengingat venom adalah lawan utama spiderman.

  3. Saya bukan Team Marvel. Tapi saya penggemar film superhero. Dan sorry to say menurutku ini film Marvel yang “gagal” untuk tahun ini. Secara visual bagus, cuma plotnya agak berantakan menurutku dan entah kenapa kekuatan serta aksinya Venom di film ini kayak kurang wah……….

  4. saya paling suka pas ngebahas soal kerjaan Bob yang mengangkat realita sampe jadi viral dan keren
    tapi ya sayang nya ya dia harus dipecat karena atasannya pilih2 berita.
    suka sama venom yang bandel2 gemeshin
    paling baper pas dia bilang “Good by eddie” sempet nangisss sedih ka di situ hikss..
    tapi happy ending ternyata HAHAHAHHA

  5. Awalnya sampai pertengahan dikit membosankan dan membingunkan yang mana jahat yang mana baik ini, sakin membosankannya bertanya terus ama suami dan bilang nontonmi saja nanti mengerti ji”, wkwkwkw, dan akhirnya paham sendiri yang mana tolo’nya.

  6. saya mungkin satu-satunya penggemar marvel yang blm sempat nontn semua filmnya, hanya beberapa sj hehe (penggemar bede :D), soalnya akhir-akhir ini lebih suka dan tertarik nonton film animasi

  7. Buat saya yang paling ok kalo nontion film-film Marvel adalah endingnya. Selalu saja ada scene setelah credit title yang seolah-olah film itu masih akan ada sequelnya dan bikin penonton penasaran, haha…

  8. Nonton film-film Marvel tuh kayaknya harus mengikuti dari awal. Kalau nggak, jadi nggak seru xixixi, contohnya saya sendiri, suami sampe jengkel ngejelasin sekuel ini itu dan eike tetep gak paham hahaha

  9. Sejujurnya nda terlalu suka nonton film marvel dan beberapa film super hero tapi review-nya bisa dijadikan referensi kalau nanti saya tergerak buat nonton😊Kalau dikasi rate, film ini nilainya berapa?

  10. Hmmm.. saya belum nonton film ini. Entah mengapa akhir-akhir ini tak terlalu tertarik untuk nonton film, drama, dan lain-lain. Lagi pengen aja spend time di rumah dan ngga ngapa-ngapain 😀

  11. Kubelum nonton ini, Dan banyak film lainnya hahahaha kayak taun ini nda terlalu tertarikka nonton film di bioskop, kecuali yang film fantastic beast kemarin

Thankyuuu sobat telah berkunjung di blog Ainhy Edelweiss. Silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar yah, xoxo

Back To Top
error: Content is protected !!