Warning: file_get_contents(http://ipinfo.io/34.204.169.76): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.0 429 Too Many Requests in /home/ainc4129/public_html/wp-content/plugins/nm-visitors/nm-visitors.php on line 97
Alpokadkocok_duobig dan Sepotong Kisah - Ainhy Edelweiss
Beranda Review Produk

Alpokadkocok_duobig dan Sepotong Kisah

Buah alpukat, salah satu buah yang penuh kenangan semasa kecil.

Dulu, buah ini begitu mudah didapatkan di kampung. Ketika bapak pulang dari kebun, beliau selalu membawa buah alpukat saat musimnya. Dulu, buah ini langsung dikonsumsi jika sudah matang. Paling hanya dicampurkan gula merah terus dikocok dalam gelas atau wadah. Itu saja sudah sangat enak.

Sekarang, buah alpukat sudah memiliki banyak varian. Tak ketinggalan pengusaha milenial, menciptakan beragam varian rasa terhadap buah yang satu ini. Ada rasa keju, milo, oreo dan lainnya.

Seketika, aku begitu rindu dengan momen-momen semasa kecil. Rindu saat bapak yang penuh keringat karena kelelahan namun, tetap tersenyum sembari membawakan kami buah alpukat.

Itu dulu, sepotong kenangan yang muncul tak diundang manakala musim penghujan. Oh hujan, berhentilah mencurahkan kenangan di setiap tetesmu.

Tak ingin bernostalgia lebih lama, kuingin menuntaskan rindu akan sepotong kisah di masa lalu.

Hape yang kugenggam ini, bisa memudahkan segala aktifitas. Bahkan keinginanku saat ini, yang ingin sekali memakan buah alpukat, walau situasinya berbeda, tanpa bapak.

Aku memesan alpokatkocok_duobig melalui Go-Food. Hanya sekali klik setelah memesan dengan menggunakan kode promo, pesananku sampai di rumah beberapa menit kemudian. Anehnya, yang datang menyodorkan alpukat bukanlah bapak, melainkan lelaki seumuran beliau yang juga mencari nafkah barangkali untuk keluarganya. Dan juga, alpukat yang kugenggam saat ini pun bukan lagi alpukat bertahun-tahun yang lalu, di mana campurannya hanya gula merah.

Baca juga: Ngemil Superstar Triple Chocolate Sambil Baca Buku

Alvokadkocok_duobig
Alpukat sebelah kiri rasa keju, sebelah kanan rasa milo

Alpukat yang ini campurannya beda dengan varian rasa keju dan milo. Rasanya memang enak dan segar, tak kalah enaknya dengan alpukat di masa kecilku. Bagusnya lagi, alpukat yang ini tidak dikocok hancur seperti habis diblender.

Aku mengintip hujan di balik jendela, memakan buah alpukat sesuap demi sesuap. Pikiranku melayang entah ke mana, bayang-bayang kenangan tak juga reda dalam ingatan. Padahal, tak terasa alpukat yang kumakan sudah habis. Hujan pun sudah reda, kini awan hitam perlahan menjauh, melintasi tempat-tempat lain. Ah sayang sekali, kukira rinduku akan tuntas setelah memesan alvokadkocok_duobig.

Baca juga: Aku, Ayah dan Nasi Goreng

Alvokadkocok_duobig

29 thoughts on “Alpokadkocok_duobig dan Sepotong Kisah

  1. Di rumah masa kecil saya dulu ada pohon alpokat mentega. Buahnya besar2. Sayang kami tidak ada yang doyan kecuali bapak. Biasanya bapak makannya juga cuma dikerok dan dicampur gula. Saya selalu ogah kalau disuruh nyoba, sampai sekarang jadinya nggak doyan alpokat.

  2. dulu di depan rumah kakekku ada pohon alpukat, dan katanya itu jenis alpukat susu.
    jadi nggak perlu pakai gula atau susu rasanya udah enak.
    jadi makannya tuh tinggal diiris gitu aja…nggak dihalusin kaya jus..

  3. Buat saya, alpukat yang paling enak itu dimakan pake gula merah dengan potongan yang besar supaya berasa alpukatnya, Alpukat kocok biasanya alpukatnya sudah hancur jadi kenikmatannya berkurang. Hmm, menulis alpukat beberapa kali kok jadi pengen makan alpukat beneran ya,

  4. Oh jadi masih ada alpukat yang terpotong-potong kecil seperti pake sendok gitu ya mbak? Wah asik tuh jadi kerasa ngunyah alpukat, eh tapi di Jogja ada nggak ya?

  5. Banyak kenangan yang muncul ke permukaan karena buah alpukat ya Mbak. Membuat rasa buah kaya nutrisi ini punya alasan makin kuat untuk dinikmati. Ohya jika memutuskan nanti bikin sendiri, buah alpukat enak banget lho Mbak dengan palm sugar 🙂

  6. Alpukat itu enak dicampur sama air gula merah. Di konsumsi langsung juga kalau sudah matang tidak kalah enaknya. Waktu kecil sering ngambil sendiri di kebun.

  7. Saya teringat dulu gak terlalu suka jus alpukat, lbh suka menghancurkannya pakai sendok kasar2 gtu lalu dikasi gula 😀
    Penasaran kalau alpukat dicampur milo dan keju rasanya kayak apa? Apa asin2 gtu mbak? hehe

  8. sekarang, di rumah ini, buah alpukat itu favoriiit bangey saat dimakan dengan dicampur yakult ^_^. nggak dijus/kocok, cuma dikerok aja pake garpu trus tuangi yakult 🙂

  9. Kayaknya alpukat mau di kreasikan apa aja aku tetep suka deh mba, duh jadi pengen pesan go-food juga.. seger nih siang-siang seruput alpukat kocok hehe

  10. Cara makannya sama, Aini…
    Aku juga cuma dikerok, lalu diberi SKM atau milo.

    ((karena kalau gula merah di kulkas Ibu masih mrengkel-mrengkel….males ngalusinnya. Biasanya dihaluskan pakai apa, Aini?))

Thankyuuu sobat telah berkunjung di blog Ainhy Edelweiss. Silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar yah, xoxo

Back To Top
error: Content is protected !!