Beranda Cerpenku

Sampai Jumpa Februari

Nampaknya hujan malu-malu menyapa bumi di bulan Februari. Entah apa sebabnya. Namun, di belahan bumi yang lainnya, ada seorang perempuan merindukan hujan sekaligus takut bila hujan turun.

Hal itu berawal ketika hujan turun tanpa henti di bulan Januari. Perempuan itu bernama Riani. Ia menikmati betul setiap tetes hujan yang jatuh di pekarangan rumahnya. Bahkan, Riani berdansa di bawah hujan, walau tentu saja dengan bayangannya.

Namun, ketika hujan mengguyur bumi lama sekali, tersiar kabar banjir di mana-mana, bahkan hendak meretakkan sebuah bendungan yang ketika jebol, maka tenggelamlah kota kecil di mana Riani tinggal.

Tidak, pikir Riani. Ia masih ingin hidup. Menunggu ibu dan ayahnya walau entah sampai kapan. Sejak saat itu, bagi Riani, hujan seperti pisau yang memiliki dua bilah. Yang satunya tajam, dan yang lainnya tumpul. Hujan ketika turun, mampu mengobati rindu Riani, membangkitkan ingatan masa kecilnya. Namun, di sisi lain Riani tak ingin hujan meneggelamkan kota itu.

Pagi-pagi sekali, Riani meraih hape yang tak jauh dari tempat tidurnya, membuka kalender di hapenya. Ah rupanya sudah tanggal 28, hari terakhir di bulan Februari.

Riani bangun dari tempat tidurnya. Membereskannya seperti biasa dan melakukan rutinitas hari-harinya.

Sampai jumpa Februari, bisik Riani pada langit pagi yang cerah. Barangkali, ada sedikit rasa penyesalan di hati Riani karena tak banyak yang bisa dilakukan di bulan Februari. Ia hanya ingat menulis beberapa artikel, Dan mengikuti kegiatan positif di luar rumah tak lebih dari lima kali.

Tak seperti biasanya, mungkinkah hujan dan Riani memiliki kesamaan di bulan Februari? sama-sama malu menampakakan dirinya pada bumi nan luas. Tapi tidak, hujan dan Riani amatlah berbeda. Hujan hanyalah miliki bumi, dan karena itu hujan turun hanya untuk bumi. Tapi Riani? ia harus memikirkan orang-orang yang menyayanginya dan masih ada lagi yang harus diselesaikan.

Sampai jumpa bulan Februari, bisik Riani sekali lagi.

langit Senja
Sumber gambar: Pinterest

Baca juga kumpulan cerpen lainnya

Wawancara

Aleya dan Alika

Memori Tentang Ayah

6 thoughts on “Sampai Jumpa Februari

Thankyuuu sobat telah berkunjung di blog Ainhy Edelweiss. Silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar yah, xoxo

Back To Top
error: Content is protected !!