Artikel Beranda

Yakin Pengen Jadi Freelancer? Pertimbangkan Dulu 7 Kelemahan Kerja Freelance

7 Kelemahan Kerja Freelance
Sumber Gambar: Pexels.com

Aloha sobat,

Artikel sebelumnya sudah membahas keunggulan kerja freelance loh, so buat kamu yang ingin melihat dari dua sisi, kerja freelance baca ini dulu sampai habis yah.

Sejak memutuskan menjadi blogger, yang awalnya cuma iseng, menjadikan blogger sebagai tempat curhat, lama kelamaan hobi tersebut membuahkan hasil.

Istilah kerja freelance barangkali sobat sudah tahu. Bahwa, jenis kerja ini tidak mengikat tempat dan waktu. Salah satu keunggulan kerja freelance adalah cocok bagi tipe pekerja yang nggak suka bekerja di bawah tekanan.

Namun, jenis pekerjaan ini juga memiliki sisi kelemahan. Di mana ada risiko yang harus kita hadapi saat memilih jenis pekerjaan ini.

Kurang lebih dua bulan sejak menjadi freelancer, saya sudah mulai merasakan kelemahan kerja freelance. Nah sobat, penasaran apa saja kelemahan kerja freelance? berikut 7 kelemahan kerja freelance berdasarkan pengalaman pribadi saya:

1. Muncul Gangguan di Lingkungan Tempat Kita Bekerja

7 Kelemahan Kerja freelancer
Sumber Gambar: Pexels.com

Karena tidak terikat oleh waktu dan tempat, freelancer bisa menyelesaikan pekerjaannya kapan dan di mana saja. Tapi, dilema bagi freelancer yang ketika bekerja di rumah dan tiba-tiba gangguan muncul. Misalnya saja, ketika lagi asyiknya menyelesaikan job di blog, tetiba teman-teman datang di rumah bertamu, atau misal bagi ibu rumah tangga yang kebetulan sebagai freelancer, tiba-tiba anak-anaknya rewel dan mengganggu saat kerja.

Gangguan-gangguan seperti itu bisa saja muncul secara tiba-tiba. Sudah menjadi risiko kerja freelancer. Saya pribadi, paling sering mendapat gangguan ketika teman datang di rumah dan ngajak ngobrol entah sampai jam berapa, nggak enak juga kan nyetop pembicaraan teman. Di sinilah tantangan sebenarnya, kerja freelance mengharuskan kita pandai-pandai melihat waktu dan peluang serta kenyamanan bekerja.

Baca Juga: Workshop How To Make Bullet Journal

2. Tidak Ada Tunjangan Kesehatan atau Tunjangan Apapun Seperti Kerja Kantoran

Kerja freelance
Sumber Gambar: Pexels.com

Apa sih bedanya kerja freelance dan kerjanya para artis? sama-sama membutuhkan tenaga kita pribadi. Kalau kita sakit yah, berhentilah aktifitas kerja, demikian juga dengan pemasukan.

Saat kita memilih kerja freelance, siap-siaplah menerima kenyataan tak ada tunjangan kerja. Karena, ibaratnya kita sendirilah yang punya kantor, kita sendirilah yang jadi bosnya, dan semuanya. Jadi, nggak akan ada tunjangan kesehatan seperti saat bekerja di perusahaan pada umumnya.

3. Kurangnya Disiplin Diri

Kerja freelancer
Sumber Gambar: Pexels.com

Mengapa saya katakan kerja freelance itu kurang disiplin? karena kebanyakan freelancer itu kerja “semau gue…” bangun kapan aja, kerja di mana aja, mau selesaikan kerjaan sesuai kemampuan dan mood aja. Karena nggak ada waktu dan tempat yang mengikat, terkadang freelancer tidak terlalu disiplin.

4. Masalah Stabilitas Penghasilan

Kerja Freelance
Sumber Gambar: Pexels.com

Memang, kerja freelance itu penghasilannya bahkan bisa lebih besar dari kerja kantoran, tapi sayangnya problem yang sering dihadapi kerja freelancer adalah soal stabilitas. Penghasilan tiap bulannya bisa saja banyak dan bisa saja sedikit, nggak menentu. So, buat sobat yang nggak terbiasa dengan kejutan-kejutan kerja freelance, ada baiknya memepertimbangkan hal ini.

5. Bertemu Klien Buruk

Kerja Freelancer
Sumber Gambar: Pexels.com

Salah satu hal yang menantang bagi freelancer adalah ketika bertemu dengan klien. Seorang freelancer paling tidak memiliki skill komunikasi yang baik. Skill komunikasi inilah yang juga bisa membantu freelancer menemukan klien. Tapi, nggak semua klien yang ditemukan itu cocok dengan keinginan kita, kadang freelancer juga mendapatkan klien buruk. Ini normal sih, bahkan saat tidak menjadi freelancer pun toh kita bakal menghadapi beragam macam karakter/pribadi orang berbeda-beda.

6. Kurang Istrahat dan Masalah Kesehatan

Kerja Freelancer
Sumber Gambar: Pexels.com

Di awal pengalaman sebagai freelance, jujur saya kurang istrahat, otomatis kesehatan saya terganggu. Bahkan, saya sempat cek kesehatan, dan memang hasilnya memburuk. Di mana tensi saya hanya 70 dan kadar gula darah saya hanya 40. Di bawah standar normal kesehatan.

Sempat kaget sih waktu itu, nggak nyangka bisa se-drop itu kesehatannya. Tapi saya akui, memang kurang istrahat dan keseringan begadang. Jika siangnya menulis, mencari referensi, malamnya blog walking dan sebagainya, otomatis waktu istrahat berkurang. Halaaah sok influencer banget yah hahaha padahal emang cuma antusias banget, jadinya kalap dan nggak bisa ngatur waktu.

Alhamdulillah sekarang mulai berbenah lagi. Jangan sampai deh kesehatan terganggu, sehat itu mahal loh. Yekaaan?

7. Masa Paceklik dan Sulit Menemukan Klien

Kerja Freelancer
Sumber Gambar: Pexels.com

Jadi kerja freelance ada juga yah masa pacekliknya hahaha. Ada dong. Misal nih kita bergelut di dunia blog, dan sebagai freelancer copy writer, tentu ada saat-saat di mana kita kekurangan penawaran job. Tapi tenang, semakin kita gencar mencari, yakin deh bakal ada yang nyangkut.

Tapi emang, salah satu tantangan kerja freelance adalah tawaran job dan menemukan klien kadang sulit didapatkan.

Jadi sobat, masih tertarik pengen jadi freelancer? Kalau saya sih, tetap keukeuh. Toh ini juga hobi saya banget. kuncinya, apapun yang kita kerjakan jika dilakukan dengan sepenuh hati jiwa dan raga #eaaaa pasti terasa lebih mudah.

Nah, ada masukan lain mengenai kelemahan kerja freelance? atau barangkali sobat ada yang mau curhat nih selama kerja freelance, yuk komen di kolom komentar. 🙂

26 thoughts on “Yakin Pengen Jadi Freelancer? Pertimbangkan Dulu 7 Kelemahan Kerja Freelance

    1. Seharusnya kalau freelancer banyak waktu luang bisa istirahat dan merawat diri ya. Tapi nyatanya justru selalu kebablasan dalam mengatur waktu. Mungkin karena merasa bebas itu jadi terlalu semangat dan tidak ada jam kerja ya hehehe

  1. Halo Mba Ainhy!
    Ini masalah umum freelancer banget hahaha. Nomor 3 sebenarnya ga jadi kurang disiplin sih kalau akhirnya mulai kebiasa. Tapi lebih ke arah susah banget buat latian disiplin karena kita jadi bos diri sendiri wkwkwk. Walaupun kesannya bebas, tapi jadi lebih susah sebenarnya lepas dari laptop dan HP karena harus standby kalau dihubungin tentang kerjaan/dikontak offer baru. Terus kalo saya jadi gatau hari taunya tanggal, mau Sabtu Minggu tetep aja kerja. wkwkwk

  2. Saya freelance sih mbak, tapi bukan freelance blogger.. Paling samaan sih yaa stabilitas keuangan kali yaa, soalnya digaji kalau masuk, kalau gamasuk ya gak digaji. Tapi ada enaknya sih, kadang ada freelance yg gajinya lbh gede dari yang kerjanya full hehe. Tergantung kerjannya sih tapi 😀

  3. dear aini, aku merasakan sekali keluh kesah menjadi freelancer.bahwakesehatan kadang dipertarukan bahkan terkadang terlalu over working.penghaslian kadang tak menentu dan anak yang selalu memintaperhatian,

  4. kurang lebih iya sama mba masalahnya 😀 gangguan paling sering digangguin anak hehe makanya saya seringnya ngeblog malam hari setelah anak-anak tidur tapi jadinya malah sering sakit karena kurang istirahat 😀

  5. Aduh mbak… pengen peluk mbak deh. Hehe.. ini semua poinnya memang risiko yang sebenarnya nih. Yang sedang aku rasakan banget itu yang no 1,2 dan 3. Woaa… ini kalau dilanjutin pasti panjang komentarnya. Jadi curhat nanti hehe

  6. Terkadang ngiri juga dengan freelancer, mereka memiliki waktu kerja yang tidak terikat dengan ketat. Tapi meski begitu jadi freelancer harus manajemen waktunya sendiri agar bisa tepat ngerjain job pada waktu tanggerang ditentukan.

  7. Ternyata jadi pekerja pabrikan dan pekerja freelance punya satu kesamaan : klien yang sulit.

    Bedanya kalo di pabrik, kliennya sebatas atasan, bawahan, dan rekan kerja. Kalau freelance kliennya berjibun. Sukur deh kalo nurut-nurut. Kalau rewel plus minta murah, nah di situlah realita yang harus diterima.

    Time management sepertinya jadi sangat penting ya kalau jadi Freelancer. 😊

  8. Yeaaaahh selain kelebihannya, jadi freelancer jg ada kelemahannya ya mbaakk. Kuncinya adalah di disiplin diri dan banyakin investasi ya menurutku, supaya kalau lagi sepi job gak down2 banget TFS

  9. Saya dan suami berkerja sebagai freelancer, bener banget pekerjaan sebagai freelancer memang ada plus minusnya..
    Kata orang sih enak bisa kerja dirumah, tetapi mereka tidak tahu kalau ada saja gangguan yang sering kita sebagai freelancer alami

  10. Hahaha, bener banget ini. Tapinya, sebagai ibu rumah tangga, ini satu-satunya opsi biar bisa tetep produktif selain ngurus kerjaan domestik. Jadinya, dinikmati sajah. 😀

  11. Sama kayak Mba Ria, cuma bisa ngetik malam hari karena cuma pas itu anak-anak bisa tidur dengan tenang. Kalau siang hari sibuk urusan domestik plus ngurus anak. huhu. Masih perlu berbenah besar di bagian manajemem waktu 🙁

  12. So far buatku sih sekarang freelancer emang enak, selain bisa dikerjain dirumah dan tidak terikat dengan jam kantor. Cuma kalau lagi deadline bersama suka bikin pusing dan bener juga nih tidak ada tunjangan kesehatan.

  13. Kata teman yang kerja freelance, dia sering diomongin tetangga. Nggak pernah kelihatan berangkat kerja tapi kok bisa jalan-jalan, beli-beli barang, bahkan nabung buat beli kendaraan.

  14. Kalau saya ga punya pilihan lain selain menjadi freelance, soalnya kerja kantoran engga 🙂
    Memang penghasilan setiap bulannya ga tetap, tetapi bisa untuk penuhi kebutuhan sehari-hari bahkan menabung.

  15. Iya banget. Gangguan kerja itu sungguh nyata adanya. Adaaaaa saja tapi seringnya juga bikin serba salah. Dan soal disiplin, iya banget. Berjuang disiplin waktu tapi lingkungan nggak mendukung ya sudah … dinikmati saja.

Thankyuuu sobat telah berkunjung di blog Ainhy Edelweiss. Silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar yah, xoxo

Back To Top
error: Content is protected !!