Beranda Cerpenku

Harapanku di Bulan September Sebagai Calon Ibu

Harapanku sebagai calon ibu di bulan september
Sumber Gambar: nct.org.ok

“Bagaiamana rasanya menjadi seorang ibu?”

Pertanyaan itu pertama kali kulontarkan saat melihat peluh keringat mama kala aku masih kecil. Namun, pertanyaan itu berlalu seperti desiran angin di sore hari.

Hingga waktu memakan usiaku, menuntutku menjalankan kodrat sebagai perempuan hingga dipertemukan dengan belahan jiwaku. Yah, kini aku sudah menjadi seorang isteri dan juga calon ibu.

Baca Juga: Aku, Ayah dan Nasi Goreng

Saat pertama kali mengetahui bahwa aku hamil, pertanyaan itu kembali mencuat dalam ingatan, memenuhi setiap tanya dalam pikiran. Akan seperti inikah rasanya menjadi seorang ibu?

Ada perasaan bahagia menelusuk ke dalam jiwaku, pun ada rasa kekhawatiran menantiku di sudut tergelap pikiranku. Dapatkah aku menjadi seorang ibu yang baik? seorang ibu yang rela mengorbankan waktu terbaiknya demi sang buah hati? ah… aku teringat mama. Sosok yang selama ini mencintaiku tanpa batas.

Jika saja kutak bercermin darinya, mungkin sudut tergelap dalam pikiranku mengalahkan rasa bahagia itu.

Hingga tak terasa, tiga bulan telah terlewati. Ada banyak hal-hal yang telah kulewati di masa-masa awal kehamilan, mulai dari penyesuaianku sebagai seorang isteri, beradaptasi dengan lingkungan baru, hingga berdamai dengan batinku agar siap menjadi seorang ibu.

Tiga bulan lamanya, harapan dan semangatku tak stabil sebagaimana mestinya, bahkan semangat menulis yang kian menurun drastis, menurut artikel yang kubaca, itu juga dipengaruhi oleh perubahan hormon yang dialami ibu hamil.

Bersyukur rasanya, memiliki suami yang siap memberikanku sandaran manakala air mataku tumpah seketika, menghapus dukaku kala sudut tergelap dalam pikiranku hendak menguasai, menguatkanku dengan cintanya hingga mengingatkanku mendekatkan diri kepada Allah swt.

Dan kini, aku siap. Aku siap menjadi seorang ibu, menghabiskan waktu-waktu terbaikku bersama sang buah hati kelak ketika sudah melahirkan. Meski tak bisa dipungkiri, bahwa kecemasan masih menggelayut dalam pikiran, namun kuyakin bahwa ketika harapanku kunyalakan, maka tak ada yang bisa memadamkannya.

Di bulan September ini, kunyalakan kembali lilin harapan yang semula redup, dan harapan itu adalah harapanku sebagai calon ibu sebagaimana harapan mama membesarkanku dengan penuh cinta.

Biarlah kusimpan rapat-rapat detail harapanku di bulan ini, agar menjadi keintiman doaku pada Tuhan dikala bermunajat pada-Nya. Kuingin doa dan dukungan dari kalian, duhai sahabat-sahabatku.

#BlogChallengeSeptember

66 thoughts on “Harapanku di Bulan September Sebagai Calon Ibu

  1. Memang bener Mba awal-awal hamil itu mood naik turun dan jadi sensitif, hehe. Nanti ada lagi pengalaman-pengalaman baru sampai akhirnya hari kelahiran tiba. Seneng deh denger Mba lagi hamil, jadi kangen hamil juga wkwkw. Semoga selamat lahiran dan sehat Ibu dan debaynya Kak, Aamin 🤗

  2. Semangat Ainy..

    Welkam to the club 🙂

    Menjadi ibu itu..
    Capek
    Gak ada lagi waktu santai
    Kurang tidur..
    Daaann sebagainya..

    Tapi percaya deh..
    Senyum tanpa dosa si bayi mungil
    Saat pertama mereka bisa menggenggam tangan kita.
    Saat bisa menyusu langsung pada kita..
    Saat ketergantungan mereka yang kadang bikin kita bahkan poop pun kudu ngajak ke kamar mandi hahaha

    Tapi itu gaaaa bisa digantikan oleh apapun di dunia ini.

    Semoga sehat dan lancar hingga nanti yaaa, smangat 🙂

  3. Masya Allah.. alhamdulillah. Hamil muda memang berjuta rasanya… efek hormonal yang kadang suka bikin terasa sedih nggak jelas, belum lagi badan nggak karuan. Semangat terus ya mbak.. sehat-sehat hingga nanti waktunya melahirkan.

    Yang terpenting, be happy.. karena adik bayi di perut bisa ngrasain mood ibunya. 🙂

  4. Wah congratulations Ainhy, semoag kehamilannya sehat terus sampai lahiran nanti. Nikmati proses nya yaa, karena apapun yang hidup berikan pada kita Inshallah istimewa so just enjoy the ride.

  5. InsyaAllah lancar2, sehat2, asalkan terus berpikiran positif dan menyibukkan diri sambil menunggu calon dedek lahir ya mbak 😀 Ikut mendoakan 😀

  6. Sehat selalu hingga waktunya persalinan yaaa… Yakin aja deh, bakalan jadi moment yang amat membahagiakan ketika berjumpa dengan si buah hati yang tentunya juga sudah pengin banget melihat wajah ibunya setelah selama ini baru merasakan kehangatan di rahim.

  7. Selamat dan semangat ya, Mbak. I feel you, kok. Tenang aja, you’re not alone. Memang hamil itu berjuta rasanya. Ada yang setrong ada yang melow, ada yg banyak drama ada yg lempeng2 aja. Yang penting nikmati saja. Karena setiap bumil itu unik, Semangat 🙂

  8. Sehat terus yaa untuk ibu dan calon baby. Benar kata teman2 di atas mbak, wajar kok mood naik turun pas hamil , yang penting selalu terbuka sama suami. Karena dukungan dari orang terdekat itu penting banget untuk balikkin mood. Hehee

Thankyuuu sobat telah berkunjung di blog Ainhy Edelweiss. Silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar yah, xoxo

Back To Top
error: Content is protected !!