Cara Menentukan Target Market Agar Sukses Berbisnis

Saya dan suami pernah membangun usaha kecil-kecilan saat masih berada di Kalimantan. Namun, usaha yang kami rintis rupanya tidak berjalan mulus. Setelah kami pelajari apa masalahnya, ternyata kami tidak memperhatikan target market kami. Sejak saat itu, kami mempelajari cara menentukan target market agar bisnis lancar.

Mengetahui target market sangat penting karena memiliki pengaruh besar terhadap kelancaran sebuah bisnis. Tanpa mengetahui target market yang jelas, maka strategi bisnis yang kita buat akan berakhir sia-sia. Jika saat ini kamu ingin merintis usaha, perhatikan cara menentukan target market berikut agar sukses berbisnis.

Cara menentukan target market

1. Kenali Produk dan Layanan yang Ditawarkan

Mengenali produk dan layanan jasa yang ingin dipasarkan sangatlah penting. Analisis usaha yang kamu miliki apakah bisa memenuhi kebutuhan konsumen atau tidak. Sebagai contoh, saat kamu memiliki usaha madu, analisis madu tersebut ditujukan ke siapa, usia berapa dan manfaatnya apa. Jika usaha madu milik kamu cocok dikonsumsi anak-anak yang mempunyai banyak manfaat bisa menyembuhkan beberapa penyakit, maka target market kamu adalah anak-anak yang membutuhkan suplemen alami penambah imun tubuh.

2. Buat Market Research

Menentukan target market tidaklah mudah dan hanya berdasarkan asumsi. Kamu perlu membuat Market Research agar mudah memahami siapa target market kamu dan juga kemana saja sasaran pasarannya. Kamu perlu menggunakan tools seperti Quantcast, Alexa, dan Google Trends agar bisa membantu kamu memiliki pandangan lengkap terhadap kompetitor-kompetitor di pasar.

Setelah kamu membuat market research, maka kamu bisa membuat produk usaha menjadi lebih baik dan menarik lagi dengan mudah serta mendapatkan konsumen baru.

3. Buat Profil Konsumen dan Segmen Pasar

Dalam menentukan target market, kamu perlu membuat profil konsumen dan segmen pasar. Segmentasi pasar meliputi demografis dan fisiografis.

Demografis seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, etnis dan lain sebagainya.

Sementara itu fisiografis lebih ke perilaku, nilai, kepribadian, dan gaya hidup konsumen.

Setelah kamu membuat profil konsumen dan segmen pasar, maka akan memudahkan dalam menganalisis siapa target konsumen kamu.

4. Jangan Takut Bersaing di Pasar

Dulu saya pernah tidak percaya diri saat mempromosikan usaha kami. Barulah dikemudian hari saya tahu bahwa semakin kita memiliki banyak saingan di pasar, maka semakin kita bisa belajar memperbarui bisnis yang kita miliki. Kamu juga perlu lebih percaya diri lagi saat bersaing di pasar.

Kamu bisa membuat competitive analysis untuk memiliki pandangan lebih rinci mengenai atmosfer persaingan di pasar. Perusahaan mana saja yang menawarkan produk atau layanan serupa? Berapa biaya yang mereka pasang? Apa yang membedakan mereka dengan perusahaan lain?

Setelah mendapatkan informasi tersebut, kamu bisa menciptakan produk yang unik dan unggul.

5. Belajar dari Kegagalan

Mengalami kegagalan saat berbisnis adalah hal yang wajar. Tidak mengapa kecewa namun, jangan pernah menyerah. Merintis usaha memang tidaklah mudah. Dibutuhkan proses yang panjang agar bisa menaiki puncak keberhasilan.

Penyebab kegagalan dalam berbisnis salah satunya tidak memahami target pasar sehingga apapun strategi yang diterapkan selalu gagal.

Jika kamu sedang mengalami hal tersebut, jangan pernah takut gagal tapi belajarlah dari kegagalan tersebut. Apabila sebelumnya kamu tidak memahami target pasar dengan baik, maka kamu bisa belajar dari pengalaman, cari tahu target market kamu dan bangkit lagi merintis bisnis kamu.

Demikianlah cara menentukan target pasar agar sukses berbisnis, semoga bermanfaat.

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.