Beranda Puisiku

[PUISI] Jangan Sakiti Aku, Indonesiamu

JANGAN SAKITI AKU, INDONESIAMU By: Ainhy Edelweiss Anakku, aku ini ibumu, tanah kelahiranmu Tempat di mana kau dilahirkan Di Tanah Air ini, kusediakan apapun yang kau butuhkan Kutumbuhkan tanaman, buah-buahan untuk menopang hidupmu Kurela tanahku dibanguni gedung pencakar langit, meski aku menahan bebannya Manakala kau membuang sampah hingga memenuhi perutku, aku masih menyayangimu Namun, di […]

Read More
Beranda Puisiku

Bukan Fatimah dan Ali

Pernahkah melangkahkan kaki namun terasa begitu berat? pernahkah waktu yang dilalui terasa lebih lama dari sebelumnya? padahal, waktu tak berubah, tetap 24 jam dalam sehari namun, sejak kumemutuskan “menunggu”, setiap detik terasa melambat hingga kumampu mendengar tiap detak jam di manapun kumelangkah … Dahulu kala, seorang pemuda enggan melangkahkan kakinya menuju rumah sang kekasih Ia […]

Read More
Beranda Puisiku

[PUISI] Air Mata Seorang Ayah

Manakala lidah tak mampu mengurai ucap kerinduan, ucap kepedihan, ucap kehilangan, maka air mata hadir menyampaikan kata yang tak tersampaikan   Masih ingatkah terakhir kali kau melihat wajahku? dulu, semasa seragam abu-abu masih melekat di tubuhku kau pergi dengan sebuah alasan yang belum bisa kumengerti Rupanya sudah bertahun-tahun kau tak melihat wajahku bagaimanakah rupanya? seperti […]

Read More
Back To Top
error: Content is protected !!