Pentingnya Menjaga Kesetaraan Kesehatan Jiwa

Menjaga kesehatan jiwa sangatlah penting. Tanpa adanya kesehatan jiwa, maka tidak ada kesehatan karena jiwa yang sehat mempengaruhi tubuh dan pikiran.

Di Indonesia saat ini memiliki prevalensi orang dengan gangguan jiwa sekitar 1 dari 5 penduduk, artinya sekitar 20% populasi di Indonesia mempunyai potensi masalah gangguan jiwa.

Beruntung karena saya mendapatkan kesempatan menghadiri webinar temu Blogger bersama komunitas Bloggercrony yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, pada rabu 6 Oktober 2021 lalu.

Kegiatan tersebut menyadarkan saya bahwa potensi gangguan kesehatan jiwa berada di sekitar kita dan sangat penting menjaga kesetaraan kesehatan jiwa.

Siapapun berpotensi mengalami kesehatan jiwa

Menjaga kesetaraan kesehatan jiwa
Sumber Gambar: freepik

Kesehatan jiwa merupakan bagian dari kesehatan secara keseluruhan. Sehat jiwa berarti sehat secara fisik, mental, spritual dan sosial sehingga seseorang mampu hidup mandiri, produktif dan mampu berkontribusi.

Beberapa hari yang lalu, saya bertemu dengan sepupu. Dia bercerita tentang temannya yang menyiksa dirinya sendiri dengan menggoreskan kaca di lengannya. Tentu saja hal tersebut sangat berbahaya karena menyakiti diri sendiri. Sekilas teman sepupu saya tampak baik-baik saja dari luar namun, ternyata dia mengalami gangguan mental.

Banyak yang menjauhi teman sepupu saya itu tak terkecuali sepupu saya sendiri. Saya menyarankan sepupu agar mendekati temannya dan mengingatkan agar jangan menyakiti diri sendiri.

Namun sayangnya, masih banyak orang yang menganggap gangguan mental adalah penyakit dan memberikan stigma negatif kepada penderitanya bahkan menjauhinya.

Saat menghadiri webinar Kemenkes, saya mendapatkan informasi bahwa saat ini pemerintah berupaya untuk melakukan pelayanan hingga ke puskesmas terdekat bagi orang-orang yang terkena gangguan mental.

Program Kesehatan jIwa dari Kementerian Kesehatan RI

Dalam upaya mewujudkan kesetaraan kesehatan jiwa, perlu menerapkan promotif preventif kesehatan jiwa seperti;
– Konseling pra nikah
– Parenting skills training
– Social Skills training
– Bullying prevention
– Suicide Prevention
– Sex education
– Managemen stress
– Pencegahan penyalahgunaan Napza.

Selain itu pemerintah juga melakukan peningkatan akses layanan kesehatan jiwa di layanan primer dan peningkatan peran RS jiwa dan RSU dengan layanan jiwa sebagai rujukan.

Dalam hal ini Dr. Celestinus menjelaskan jika kesehatan jiwa itu merupakan bagian dari kesehatan secara keseluruhan.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang menjadi penyebab munculnya gangguan jiwa, seperti;

Faktor Biologis: Keturunan/genetik, masa dalam kandungan, proses persalinan, nutrisi, riwayat, trauma kepala dan adanya gangguan anatomi dan fisiologi saraf

Faktor Psikologis: Interaksi dengan orang lain, konsep diri, ketrampilan dan tingkat perkembangan emosional

Faktor Sosial: Stabilitas keluarga, pola asuh orang tua, agama, adat, dan budaya, tingkat ekonomi dan kepercayaan tertentu

Kesimpulan

Menjaga kesetaraan kesehatan jiwa sangatlah penting karena memanusiakan manusia. Jangan pernah menghindari orang yang terkena gangguan jiwa karena sejatinya mereka butuh dipulihkan. Saya berharap kedepannya pemerintah dapat meningkatkan layanan kesehatan jiwa hingga ke pelosok daerah.

Selain itu penting juga menjaga kesehatan jasmani agar keduanya seimbang. Untuk itu disarankan mengonsumsi multivitamin yang mengandung banyak vitamin c, karena baik untuk tubuh.

Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.