Artikel Beranda

Faktor Resiko Kanker Serviks

kanker serviks
Sumber Gambar: doktersehat

Kanker serviks merupakan kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Kanker yang satu ini timbul saat ada sel-sel di leher rahim atau serviks yang tidak wajar, serta berkembang terus dengan tidak terkendali. Sehingga sel-sel tersebut bisa berkembang dengan cepat yang akhirnya bisa mengakibatkan tumor pada serviks. Lalu tumor yang sangat ganas ini nantinya berkembang menjadi penyebab kanker serviks. Berikut beberapa faktor resiko kanker serviks :

– Faktor keturunan

– Usia, khususnya bagi wanita yang telah berusia 40 tahun ke atas

– Suka merokok

– Kurangnya mengonsumsi sayur dan buah

– Memiliki berat badan yang lebih (obesitas)

– Penggunaan kontrasepsi minum pil KB dengan jangka panjang

– Frekuensi hamil dan melahirkan

– Hamil atau melahirkan pada usia muda

– Kondisi medis tertentu, seperti infeksi klamidia

– Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti pengobatan diethystillbestrol (DES) atau HIV/AIDS.

Diagnosis Kanker Serviks

Seperti yang sudah diketahui, bahwa kanker serviks ini bisa didiagnosis dengan cara tes pap smear. Selain itu, dokter bisa melakukan tes lainnya guna melihat sel kanker atau pre-kanker pada serviks jika tes pap smear menunjukkan malfungsi perubahan sel, seperti biopsi dan kolposkopi. Jika dokter menemukan adanya potensi kanker serviks, maka dokter akan memeriksa seberapa parah kondisi (tahap stadium) kanker tersebut. Adapun tesnya bisa meliputi hal-hal berikut ini :

– Memeriksa rahim, Miss V, rektum, dan kemih jika terdapat kanker

– Tes darah guna memeriksa kondisi sekitar organ, seperti ginjal, darah, dan tulang

-Tes pemindaian, yakni dengan menggunakan teknologi Computerised Tomographi (CT) scan,

– Magnetic Resonance Imaging (MRI) scan, sinar X, dan Positive Emission Tomography (PET) scan.

– Adapun tujuan dari tes ini adalah untuk mengidentifikasi tumor kanker dan jika kanken telah menyebar (metastasis).

Pengobatan Kanker Serviks

Jika pihak dokter sudah mengonfirmasi bahwa adanya kanker serviks, maka ada beberapa pilihan penanganan yang bisa dilakukan.  Diantaranya dengan melakukan kemoterapi, radioterapi, dan operasi.

Pencegahan Kanker Serviks

Ada pepatah yang mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati, hal itu juga berlaku untuk pencegahan kanker serviks. Berikut beberapa pencegahan kanker serviks yang bisa anda lakukan :

– Mendapatkan vaksinasi HPV

– Rutin melakukan pemeriksaan pap smear

– Hindari merokok

– Lakukan hubungan intim yang aman, yakni dengan menggunakan kondom dan lakukan dengan pasangan yang sah

– Selalu menjaga kebersihan area intim kewanitaan

Kapan Harus Periksa Ke Dokter ?

Jika anda memiliki beberapa gejala serviks seperti yang sudah dijelaskan di atas dan berlangsung selama beberapa minggu atau bahkan menjadi lebih parah, maka segera kunjungi dokter. Jangan pernah anda meremehkan hal tersebut, dan menganggap itu hanya sebagai penyakit biasa, karena banyak pengidap kanker serviks yang bisa sembuh total setelah dilakukan pemeriksaan secara dini. Selain itu, dengan penanganan yang tepat bisa meninimalisir akibat akibat sehingga proses pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Dan yang paling penting, pilihlah dokter di rumah sakit yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan anda.

Setiap penyakit itu pasti ada obatnya, begitupun dengan kanker serviks yang tentunya bisa diobati dan disembuhkan. Mungkin itu saja informasi yang bisa disampaikan tentang seputar kanker serviks, semoga tulisan ini ada guna dan manfaatnya bagi anda semua, terutama bagi kaum wanita yang sangat rentan terkena kanker serviks.

26 thoughts on “Faktor Resiko Kanker Serviks

  1. thn ini aku mau cek papsmear lg, tp kali ini pgn segera vaksin hpv nya juga. 2 thn lalu papsmear, hadilnya sih bersih, udh niat vaksin, tp malah kepake utk yg lain budgetnya -_-. makanya thn ini hrs beneran vaksin. Jd inget almarhumah jupe kalo udh bicara kanker serviks 🙁 . itu jg yg bikin aku kepikiran papsmear

  2. Aku pernah ikut seminar yang membahas tentang kanker serviks ini. Duh, ngeri kalo sampai terkena kanker serviks. Memang harus waspada ya terhadap tubuh kita sendiri. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan. amin.

  3. Ih serem juga ya, ternyata penggunaan kontrasepsi jangka panjang dapat mempengaruhi munculnya kanker.
    Tapi kalau dipikir-pikir, benar juga sih, kalau udah kelamaan kan jadinya berlebihan juga, memasukan benda asing ke dalam tubuh kita.
    Semoga Allah melindungi kita semua dari penyakit-penyakit seperti ini ya, aamiin

  4. Penyakit yang menghantui kaum hawa ini. Memang lebih baik mencegah daripada mengobati.
    Sebab, yg namanya sakit, kalau udah mendengarnya, kita akan langsung down duluan, padahal butuh sikap positif dalam proses penyembuhan ya. Semoga sehat-sehat terus.

  5. Ada beberapa teman blogger yg terkena kanker, ada yg masih survive, ada yg sudah meninggal. Sahabatku sendiri juga survival. Kanker, utamanya serviks, memang harus membuat perempuan lebih berhati-hati.

  6. duh ini salah satu kanker yang aku khawatirkan 🙁 waktu itu pernah berencana cek papsmear, tapi ternyata dianjurkan setelah bersih mens dan belum berhubungan dulu 3 hari 😀

  7. Oya, gejalanya apa saja Ainhy, aku scroll ke atas kok belum ada poin2 tentang gejala kanker serviksnya. Mungkin bisa ditambahkan.

    Cek kesehatan melalui pap smear juga penting banget ya, terutama bagi mereka yang sudah melakukan hubungan seksual. Jadi keingetan nih kapan ya terakhir kali papsmear?

  8. Aku pernah ketemu penyintas kanker serviks mbak dan mendengar ceritanya aku tu udah ngeri2 gmn gtu. Emang petning ya buat kita menjaga kesehatan area kewanitaan plus tentu saja menjalani pola hidup sehat spy jauh dr penyakit kanker ini aamiin

  9. Habis lahiran rencananya saya mau periksa
    Soalnya sudah lama curious sama penyakit satu ini
    Was was banget saya karena amit amit sama yang namanya kanker

Thankyuuu sobat telah berkunjung di blog Ainhy Edelweiss. Silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar yah, xoxo

Back To Top
error: Content is protected !!