Taman Prasejarah Batu Pake Gojeng, Wisata Alam yang Tersembunyi

Siapa nih yang suka mengunjungi tempat wisata alam apalagi memiliki jejak sejarah? Saya pribadi sangat menyukai tempat wisata alam yang memiliki jejak sejarah. Selain mengenal kehidupan masa lalu, kita bisa belajar banyak hal. Jauh sebelum pandemi ditetapkan, saya pernah mengunjungi salah satu tempat bersejarah di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan yaitu Taman Prasejarah Batu Pake Gojeng.

Nama tempat wisatanya terdengar asing dan unik bukan? Selengkapnya mari berkenalan dengan sejarah dan asal usul Taman Batu Pake Gojeng.

Sejarah dan Asal Usul Taman Prasejarah Batu Pake Gojeng

Taman Prasejarah Batu Pake Gojeng
dokpri

Situs sejarah bernama Batu Pake Gojeng menyimpan banyak cerita menyangkut asal usul masyarakat Sinjai dan proses awal terbentuknya sistem pemerintahan. Situs Batu Pake Gojeng saat ini merupakan tempat wisata alam sekaligus budaya yang menjadi bukti untuk menelusuri kehidupan masa lampau daerah Kabupaten Sinjai.

Batu Pake Gojeng merupakan peninggalan purbakala yang terletak di perbukitan di penggiran Kota Sinjai. Pada masa air laut masih meninggi berhubung perubahan permukaan yang lebih akibat pembekuan/pencairan gunung es di kutub utara, Gojeng dahulu adalah pinggiran pantai dan merupakan pemukiman manusia menetap.

Keberadaaan Batu Pake Gojeng menurut sejarah dihubungkan dengan kepercayaan pada sebuah legenda yang menyebutkan bahwa La’Malenna kecil putra mahkota, disiapkan oleh kedua orang tuanya selaku pewaris penguasa lokasi di tempatnya. Sang putra mahkota diayun di atas bukit yang dalam bahasa Bugis disebut Dojeng. Dari perkataan itulah lahir penyebutan atau nama tempat ini yang dikelak kemudian hari terkenal dengan sebutan Gojeng. (Darmawati, 1989:14)

Dalam sebuah sumber sejarah yakni hasil penelitian arkeologi diketahui bahwa Batu Pake sebenarnya berasal dari bahasa daerah setempat yang terdiri dari dua suku kata, yaitu Batu dan Pake yang berarti batu yang dipahat. Sedangkan Gojeng itu sendiri merupakan nama kawasan atau tempat di mana penemuan Batu Pake tersebut. Dengan demikian, namanya adalah Batu Pake Gojeng. Dari hasil penelitian ini juga digambarkan bahwa meski hingga sekarang asal usul keberadaan Batu Pake Gojeng belum diketahui namun yang pasti bahwa situs ini merupakan bukti sekaligus jejak yang menunjukkan bahwa di tempat ini ada aktivitas manusia pada masa lampau (Rahman, dkk (1993: 6).

Pentingnya eksistensi dan kedudukan Batu Pake Gojeng di kabupaten Sinjai, mendorong dilakukannya penjajakan dan penelitian oleh para pakar yang dimulai sejak tahun 1975. Satu tahun kemudian setelah penjajakan dan penelitian awal dilakukan kemudian dilanjutkan dengan pembuatan studi kelayakan yang dimulai pada tahun 1976 sampai dengan 1977 dan menghasilkan gambar pemetaan. Pemetaan dalam gambar inilah yang dijadikan dasar untuk melakukan pemugaran yang dimulai sejak penganggaran tahun 1981-1982, 1982-1983, dan 1983-1984.

Upaya Pemerintah Setempat dalam Melestarikan Situs Bersejarah Taman Batu Pake Gojeng

Sampai saat ini pemerintah setempat memberikan perhatian khusus terhadap taman Purbakala Batu Pake Gojeng. Meski tidak menghilangkan keaslian situs Batu Pake Gojeng, ada beberapa fasilitas yang ditambahkan untuk pengunjung di sekitar taman Batu Pake Gojeng, seperti wifi, gazebo, wahana bermain untuk anak-anak dan lain-lain.

Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan memang memiliki beberapa tempat wisata yang wajib dilestarikan. Seperti Rumah Adat Karampuang, Mangrove Tongke-tongke, dan lainnya. Namun, taman wisata Purbakala Batu Pake Gojenglah yang sering saya kunjungi. Selain karena lokasinya sangat dekat di kota, tempat ini seakan tak habis menarik rasa penasaran saya untuk mengunjunginya.

Lokasi Situs Bersejarah Taman Batu Pake Gojeng

Asal usul dan sejarah taman Batu Pake Gojeng
Terlihat puncak bukit Taman Batu Pake Gojeng dari bawah

Jika kamu ingin mengunjungi situs bersejarah Batu Pake Gojeng, tidak perlu menempuh waktu lama untuk bisa sampai di lokasinya. Sekitar 15 menit dari kota Sinjai, kamu sudah bisa sampai di tempat wisata ini.

Letak Taman Batu Pake Gojeng memang unik karena terletak di atas puncak bukit. Lokasi ini merupakan lokasi pemakaman Raja-Raja Batu Pake Gojeng dan keluarganya. Beralamat di Jl. KH. Ahmad Dahlan, Dusun Lingkungan Batupake, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Pengalaman Berwisata di Taman Prasejarah Batu Pake Gojeng

Pertama kali saya mengunjungi taman bersejarah ini beberapa bulan sebelum pandemi ditetapkan. Saat itu masih banyak pengunjung yang ramai datang di tempat ini, menurut petugas taman Batu Pake Gojeng, tempat ini hanya ramai dikunjungi saat akhir pekan.

Saat datang kedua kalinya, taman purbakala Batu Pake Gojeng terasa sunyi. Yah memang saya datang di tempat ini bukan pada saat akhir pekan. Tapi ada sisi positifnya juga sih, walau tidak ramai saya bisa leluasa berfoto tanpa merasa canggung.

Dan kunjungan saya yang ketiga kalinya sudah pandemi. Namun, karena saya ngotot ingin mengunjungi taman purbakala tersebut, akhirnya suami menemani saya. Saya tidak perlu khawatir karena meskipun pandemi, para pengelola taman wisata Batu Pake Gojeng tetap menerapkan protokol kesehatan.

Lokasi Taman Batu Pake Gojeng Kabupaten Sinjai
Area bermain anak-anak
Taman Batu Pake Gojeng Destinasi Wisata Alam dan Budaya

Terdapat tempat parkir bagi pengguna roda dua dan roda empat di dekat gerbang pintu masuk taman Batu Pake Gojeng. Dari tempat parkir, kita akan mendongak ke puncak melihat tulisan besar terpampang di puncak bukit. Sepintas, bentuk puncak bukit taman Batu Pake Gojeng seperti piramida yang tertata dengan rapi.

Estimasi biaya masuk saat itu Rp. 5000 per orang. Setelah melakukan administrasi, saya dan suami memasuki area taman purbakala Batu Pake Gojeng. Di bawah puncak terdapat gazebo dan beberapa tempat duduk untuk pengunjung. Di sebelah kiri bawah puncak terdapat wahana bermain anak.

Tak jauh dari tempat bermain anak terdapat sebuah rumah tradisional Bugis yang dibuat menjadi museum. Tersedia juga toilet umum sebagai fasilitas pendukung untuk pengunjung.

Area bawah puncak saja sudah memanjakan pengunjung. Apalagi kebersihannya terjaga sehingga suasana terasa nyaman dan sejuk. Tapi, tujuan saya mengunjungi tempat ini bukanlah ingin bersantai di area bawah puncak. Saya penasaran dan segera menaiki puncak bukit taman Batu Pake Gojeng.

Menaiki puncak bukit tidak membutuhkan waktu yang lama tapi tetap saja harus kuat mendaki karena lokasi puncak lumayan tinggi. Jangan khawatir akan jatuh atau terpeleset, karena jalan menuju puncak bukit sudah direnovasi sehingga memudahkan pengunjung meraih puncak bukit.

Tempat Wisata Alam Kabupaten Sinjai
Deretan pahatan Batu bersejarah di atas puncak bukit

Di atas puncak bukitlah terletak situs Batu Pake Gojeng yang sesungguhnya. Dari puncak, kita bisa melihat keseluruhan kota Kabupaten Sinjai.

Kesan pertama setelah sampai di puncak saya merasakan aura mistis. Yah memang, di atas bukit Batu Pake Gojeng terletak makam raja-raja terdahulu. Selain itu, terdapat jejak kehidupan masa lampau para leluhur.

Saat berada di atas puncak bukit taman bersejarah Batu Pake Gojeng, saya menghirup udara segar sembari menikmati indahnya pemandangan alam. Belum pernah saya menemui tempat wisata alam seindah taman Batu Pake Gojeng yang memiliki jejak sejarah. Satu hal yang membuat saya semakin bangga akan keanekaragaman tempat wisata alam dan budaya di Indonesia.

Yuk Mari Jaga dan Lestarikan Taman Bersejarah Batu Pake Gojeng

Situs bersejarah seperti Taman Batu Pake Gojeng di Kabupaten Sinjai adalah salah satu aset berharga yang harus dijaga dan dilestarikan. Situs ini bukan hanya dijadikan sebagai tempat wisata, melainkan bukti bahwa ada peradaban di masa lampau yang perlu dipelajari.

Berwisata tanpa merusak alam adalah kewajiban setiap orang saat mengunjungi sebuah tempat atau situs bersejarah.

Salah satu tugas generasi saat ini adalah bagaimana menjaga lingkungan agar tidak rusak. Menjaga lingkungan dapat menyelamatkan banyak ekosistem terutama tempat wisata.

Sederhana saja, saat berwisata jangan membuang sampah sembarangan dan saat berada dimanapun tetap memperhatikan lingkungan sekitar.

Karena Indonesia memiliki keragaman budaya dan wisata, menjaganya adalah tanggungjawab kita sebagai penerus. Saya bangga di tanah Indonesia kita ini terdapat situs bersejarah seperti Taman Baru Pake Gojeng yang masih eksis hingga saat ini.

Jika kamu belum pernah mengunjungi tempat ini, yuk sesekali nikmati wisata alam dan budaya di Taman Batu Pake Gojeng bersama keluarga.

Sumber informasi:

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsulsel/taman-purbakala-batu-pake-gojeng-sinjai/

https://eprints.unm.ac.id

Sumber Gambar: Google Maps

Artikel Menarik Lainnya

38 Komentar

  1. Cara Mewujudkan Indonesia Inklusif - Blog Ainhy Edelweiss

    […] perbedaan. Adapun yang dimaksud dengan berbagai bentuk perbedaan dan keberagaman diantaranya adalah keberagaman budaya, bahasa, gender, ras, suku bangsa, strata ekonomi, serta termasuk juga kemampuan fisik / mental […]

  2. 6 Tips Memilih Harga apartemen Sudirman Suite yang Cocok di Kantong - Blog Ainhy Edelweiss

    […] Taman Prasejarah Batu Pake Gojeng […]

  3. Wah tempatnya bagus banget nih dikunjungi oleh siswa dan tiketnya juga murah. Sayang jauh banget ya

  4. Asri tempatnya ya. Bener sekali apa yang disampaikan bahwa kita ini harus menjaga lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya. Yang sampai saat ini masih menjadi PR besar bagi pembentukan karakter bangsa Indonesia.

  5. Ada hawa lembab gitukah mba? Awal membaca judulnya saya sempat mengira Pake Gojeng tadi memakai aplikasi transportasi online. Ternyata sebuah nama situs prasejarah..
    Saya termasuk penggemar belajar kebudayaan lampau. Jadi ingat nih, seorang teman menawari saya posting tulisan di buletin milik dinas kebudayaan Sulawesi yang membahas situs prasejarah, kalau gak salah namanya Mailolo. siapa tau mbak Ainhy juga tertarik

    1. Tertarik mba, caranya gimana?

  6. wawasan baru. nih kak buat aku. selama ini karena tinggal dipulau jawa jadi tahunya yanga da di pulau jawa. di buku mapel sekolahpun kebanyakan prasasti2 ya. ini baru nih buat aku.

    aku jadi mupeng pengen jalan-jalan

    asri ya mbak hijau2 gitu,aku suka jika ada nilai edukasi dan budaya kayak gini.

    kata pake itu. namanya ya mbak? aku berpikir di awal baca judul “pake” tadi artinya pakai hahaha

  7. Baru tahu ada wisata sejarah sebagus ini. Mungkin aku bakal ke sini habis pandemi nanti, hihi..

  8. Bagus loh tempatnya. apalagi penuh dengan cerita sejarah. akupun paling suka berwisata alam. tempat seperti ini memang harus terus di lestarikan biar ngga hilang dan di lupakan begitu saja.

  9. Ya Allah sejuk banget ngebayanginnya 🙂 baru dengar sih tempat sejarah ini, cocok nih jadi tempat wisata di masa pandemi ini ya, terbuka di alam 🙂

  10. Saya pernah ke Sulawesi, tapi hanya di Makassar, Mamuju, Pare-pare dan Tana Toraja. Itupun sebagian kenangan udah mulai hilang karena ke sana pas masih SMP. Semoga kelak bisa punya kesempatan ke Sulawesi lagi. Pengen mengunjungi Batu Pake Gojeng, menarik sekali. Tempatnya rapi banget dan pastinya ada banyak hal yang bisa diceritakan ke anak-anak. Bisa menambah wawasan mereka.

  11. Baru dengar tempat wisata ini padahal orang Sulsel hehe. Jarang ke Sinjai tapi sering lewati dulu rasanya

  12. Baru tahu ada situs bersejarah di kabupaten Sinjai. Bener banget sudah menjadi kewajiban kita untuk melestarikan dan melindungi situs bersejarah. Jadi kepengen ke sana deh.

  13. Setuju sama kalimat mba yang berbunyi “berwisata tanpa merusak alam” , kadang kita sebagai pengunjung suka lupa entah itu buang sampah sembarangan atau bahkan buang hajat malah misal bawa anak-anak yang udh kebelet ke belakanng. Btw, bagus ya mba tempat wisatanya. Saya pribadi baru tahu ada objek wisata sebagus ini

  14. Huaa jadi pingin ke Sinjai kak. Apalagi di foto tampak asri dan ada area bermain anak nya juga. Jadi bawa anak juga bisa nih ga bakal bosan

  15. Ternyata di Sinjai ada taman prasejarah dan saya baru tahu di artikel ini.
    Wah, kalau mau wisata sejarah tidak perlulah jauh-jauh ke luar negeri kan, apalagi di masa pandemi ini dan kurang modal, hihihi.
    Ke Taman Batu Pake Gojeng murah sekali biaya masuknya.

  16. Jadi bisa agak sedikit membayangkan situasi di jaman itu ya, bagus banget nih liburan ke luar sekalian mengajar anak-anak sejarah sekaligus menanamkan ke mereka untuk pentingnya melindungi situs-situs pra sejarah

  17. nyi Penengah Dewanti

    rekomendasi wisata sejarah yang menyenangkan, kadang orang malas main ke tempat sejarah kan
    allhamdulillah ya mbak bisa berkunjung ke sini.

  18. Menarik sekali berwisata ke situs sejarah Taman Batu Pake Gojeng.
    Di sini, kita bisa mendapatkan informasi banyak hal dan salutnya dengan perawatan yang baik juga menyatu dengan lingkungan, tempat wisata sejarah pun bisa menjadi tempat liburan yang menyenangkan.

  19. Saya belum pernah nih ke Pulau Sulawesi, pengen banget bisa ke sana. Sayang sebelum bisa keliling Indonesia soulmate travelingku dipanggil Allah SWT sepertinya usai sudah petualanganku nih hehe….

    1. Tetap semangat ya kak

  20. batu-batunya tersebar seperti itu ya. aap mungkin dulunya tinggi akhirnay hancur jadi tersebar ya

    1. Itu baru yang dipahat kak, ada lubang lubang di baru itu yang digunakan di jaman Purbakala sebagai sumur dan keperluan lainnya

  21. Wah masih ada peninggalan taman prasejarah yang bisa kita petik sejarahnya ya mba. Senangnya bisa jalan-jalan ke Batu Pake Gojeng ini. Murah juga ya mba tiket masuknya. Termasuk salah satu favorit mba juga ga disini mba?

    1. Iya favorit aq banget kak karena tempatnya sejuk dan cocok ntuk wisata bersama keluarga

  22. aku belum pernah nih ke siniii mba.. Batu Pake Gojeng ya…semoga one day bisa punya kesempatan untuk mengunjungi tempat ini dan belajar banyak tentang sejarahnya

  23. Harga tiket masuknya murah yaa, tapi bisa puas menikmati indahnya alam disana. Baguss hijau-hijau sejuk dipandang

    1. Iya kak murah

  24. Aku termasuk yang suka banget sama wisata alam, apalagi yang penuh nilai sejarah seperti batu pake Gojeng ini. Apalagi do bagian bawah ada taman bermain anak-anak, wah cocok banget buat wisata keluarga

    1. Iya pas banget ntuk wisata keluarga

  25. Indonesia memang negara yang kaya ya mbak. Termasuk sejarah yang membentuk negara ini membuat kita makin bangga menjadi warga negara Indonesia. Membaca sejarah taman ini rasanya bikin takjub. Taman ini selain menjadi tempat wisata yang seru untuk dikunjungi juga sarat dengan sejarah yang harus dilestarikan supaya generasi penerus mengenal nenek moyangnya.

  26. Tempatnya kelihatan teduh dan sejuk yaa mba, pasti asyik banget buat wisata keluarga, tarif masuknya juga murah. Semoga Pandemi cepat berakhir supaya kita bisa bawa anak-anak berwista lagi.

  27. Indonesia memang kaya dengan berbagai peninggalan sejarahnya ya mbak. Aku termasuk yang tertarik dengan situs situs kuno dan ingin jadi arkeolog dulu itu waktu saya kecil. tapi takdir membawaku menjadi seorang tata busana dan pendidik anak usia dini hehe tapi ketertarikan pada barang langka emang masih besar sih.

  28. kalau di daerah memang tempat seperti ini banyak tersaji, kalau kami di ibukota paling buntut-buntutnya pergi ke Ancol. Ada sih museum, museum gajah, hehe. Asri banget tempatnya ya mbak. Nice!

  29. Tempat yang nyaman dan asri untuk.melepas lelah di penghujung pekan nih ya.. dan bisa belajar sejarah juga di sini. Terima kasih sharingnya..

  30. Taman batu pake seperti Gojeng ini khas suatu daerah jadi kemungkinan besar masyarakat luar tidak banyak tahu. Dengan mengangkat menjadi sebuah artikel, Insyaallah jadi memiliki manfaat…

    Terimakasih Mbak informasinya

  31. Aku sukaa nih wisata yg ada cerita sejarahnya, apalagi kalo alam. Krn biasanya cantik tempatnya, dan LBH suka lagi kalo ada guide yang bantu jelasin sejarah.

    Kalo melihat ke tempat begini, bawaannya langsung ngebayangin zaman dulu. Seandainya bisa kembali ke zaman itu aku penasaran dengan kebiasaan orang2nya, kebudayaannya, cara mereka membangun dll :D.

  32. saya baru tahu nih mbak tempat prasejarah batu pake gojeng. kalau nggak dari artikel mba ainhy saya malah nggak ngeh.
    semoga selalu terjaga ya nantinya. biaya masuknya murah jg ya, padahal taman gini butuh perawatan extra yaa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.