Beranda Resensi Buku

Persembahan Teruntuk Bapak

Judul: Persembahan Teruntuk Bapak

Penulis: Adi Zamzam

Penerbit: DIVA Press

Tahun Terbit: September 2017

ISBN: 978-602-391-435-7

Tebal: 184 halaman

MyRate: 😘😘😘

 

Blurb

Tuhan itu punya banyak cara untuk membawa seseorang kepada impian yang diinginkannya. Bisa jadi, segala kesusahan yang dilaluinya di depan, adalah cara-Nya untuk mematangkan proses menjadi.

Arya telah menyaksikan karier bapaknya ambruk. Kakaknya pergi mencari entah ke mana. Sekolah pun Arya pontang-panting membiayai sendiri dengan menjadi loper koran. Hidup terasa keras bagi Arya. Maka, Arya selalu bertanya-tanya kenapa Bambang selalu begitu bersemangat untuk belajar mendalang. Cita-cita? Apakah selama ini ia memiliki cita-cita?

Terlahir tanpa tahu rupa sang ayah, Bambang merasakan arahnya bergolak saat perusuh-perusuh itu mengoloknya. Ia ingin membalaskan dendamnya… dengan caranya.

_____

Hola teman-teman, kali ini aku baca buku genre family and inspiration. Yup, buku ini sangat ringan untuk dibaca apalagi saat bersantai.

Arya adalah anak sekolahan yang membiayai sekolahnya sendiri sebagai loper koran. Bapaknya, sudah lama berhenti mendalang karena something yang buat semuanya berantakan. Akhirnya, keluarga Arya pindah di Jepara, tempat kelahiran ibunya. Di sana, Arya memiliki sahabat karib, Bambang. Berbeda dengan Arya, Bambang yang meski tanpa ayah memiliki semangat yang luar biasa.

Saat keluarga Arya ditimpa musibah, ide gila Bambang mencuat ke permukaan. Ia pun mengajak Arya mendalang layaknya pengamen tapi, dengan inovasi yang berbeda.

Namun, keduanya harus berpisah. Bambang yang selama ini menjadi penyemangat Arya harus ke Jogja mengikuti ibunya. Lantas, mampukah Arya membantu meringankan beban keluarganya?

Jreng jreng…..

Apa jadinya jika keluarga ditimpa musibah apalagi jika itu sang ayah? Rasanya pasti sakit. Begitu halnya yang dialami Arya. Namun, memiliki sahabat yang super duper care itu rasanya beda.

Aku suka kisah dalam buku ini, membahas tentang mimpi dan masa depan. Kadang sebagai pembaca, aku emosional juga jika berada di posisi Bambang. Membangun kembali semangat atau memotivasi orang yang hampir putus asa itu nggak mudah.

Buku ini mengingatkanku pada kisah Laskar Pelangi. Sayangnya, buku ini kurang tebal menurutku 😁😁😁

Diceritakan melalui sudut pandang orang ketiga menjadi khas tersendiri. Selain mengikuti pemikiran Arya, pembaca juga bisa melihat sisi Bambang.

Oiya, latar belakangnya di jawa, so ada beberapa kosakata bahasa jawa di buku ini. Lumayan kan buat nambah nambah kosakata 😀

Baca buku ini kita semakin tahu budaya indonesia yang mulai terlupakan kids jaman now. Pewayangan. Jadi, menjadi seorang dalang itu nggak mudah, butuh semangat dan tentunya jiwa seni.

Hal yang paling menarik dalam buku ini yaitu karakter Bambang. Penulisnya aja suka apalagi pembacanya 😊😀

Dan, pesan dalam kisah ini, sebagai seorang ayah, sebaiknya jangan terlalu memaksakan kehendak kan bisa jadi bakat seorang anak itu luar biasa.

So, buku ini cukup menarik untuk dibaca.

Happy Reading 😊

Thankyuuu sobat telah berkunjung di blog Ainhy Edelweiss. Silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar yah, xoxo

Back To Top
error: Content is protected !!