Beranda Review Film

[Review Film] Bioscopewala, Perjalanan Sang Manusia Bioskop

Bioskop adalah sarana untuk memperluas pikiran ~Rehmat Khan~

Assalamu alaikum guys, have you watched this movie? If not yet, then i’ll tell you 😉

Nonton film India itu kesannya pasti romantis, bukan romantis bikin enek yah tapi romantis filosofis, mulai dari makna dari kisah dan penuturannya yang sangat puitis. That’s why i love to watch India movie.

Nah kali ini aku menonton film berjudul Bioscopewala yang disutradarai oleh Deb Medhekar. Kabarnya film ini merupakan salah satu film yang masuk dalam seleksi Tokyo International Film Festival (TIFF) sekaligus satu-satunya yang berkompetisi di segmen Asian Future sebagai world premiere.

Film Bioscopewala adalah retelling modern dari cerita pendek karya penulis/tokoh literatur Bengali terkenal Rabindranth Tagore di tahun 1892, Kabuliwala (mengacu ke pedagang etnis Pashtun dari Kabul yang merantau ke Kolkata, India), yang juga sudah pernah diangkat ke film Hindi berjudul sama karya sutradara Hemen Gupta di tahun 1961, Bioscopewala mengisahkan seorang filmmaker dokumenter muda, Minnie Basu (Geetanjali Thapa) yang terpaksa kembali dari Perancis ke Kolkata kala ayahnya, Robi (Adil Hussain) meninggal dalam kecelakaan pesawat menuju Kabul, Afghanistan.

Jujur aja awal nonton film ini terasa bosan sekaligus bingung ini kisahnya tentang apa sih, namun tokoh yang bernama Minni Basu membuatku penasaran mengikuti alurnya.

Seorang kakek bernama Rehmat Khan tinggal di rumah Minni Basu, kepulangannya dari Prancis sekaligus kematian Ayahnya dalam perjalanan menuju Afghanistan memberikannya kejutan-kejutan tak terduga. Minni perlahan mulai mengingat kenangan masa kecilnya tentang manusia bioskop yang begitu menyayanginya. Manusia bioskop itu adalah Rehmat Khan, sang kakek yang kini menjadi tanggungannya sepeninggal ayahnya. Minni bermaksud memulangkan Rehmat Khan, namun penyakit Alzheimer membuatnya tak bisa mengingat apapun.

Minni yang begitu penasaran sekaligus menemukan cerita lain tentang Rehmat Khan, manusia bioskop manual, kini mencoba mencari jejak kehidupan masa lalu Rehmat Khan, dan menemukan kesederhanaan, cinta, dan pengorbanan.

Apa yang menarik dari film ini?

Secara pribadi sebelum menonton, aku harus mengetahui apa manfaat dari film ini. Nah, awal nemu film ini aku terkesan dengan covernya yang begitu klasik, seorang pemuda tertawa begitu riang dikerumuni anak-anak. Pasti ada kisah menarik dibalik itu.

Dibandingkan film lainnya, Bioscopewala mengisahkan tragedi akibat konflik yang terjadi di Afghanistan, walau hanya sepintas dalam adegan, setidaknya ini menjadi pelajaran kepada penonton bahwa kelompok yang tidak menerima perbedaan dalam suatu negara hingga menggunakan kekerasan hanya akan mematikan sisi kemanusiaannya. Dan agama manapun tidak membenarkan perbuatan ini.

Menonton film ini, mengingatkan kita kembali tentang era ’90an, bagaimana kehidupan anak-anak pada saat itu terhadap bioskop keliling memberikan warna tersendiri.

Isu pengungsian di setiap daerah perbatasan akibat konflik sampai sekarang masih marak terjadi, Bioscopewala meramu kisahnya sedemikian rupa hingga mempengaruhi emosi penonton. Bahwa ketika kita yang tinggal di kota banyak mengeluhnya, coba pikirkan sesama kita yang hidupnya terombang-ambing di pengungsian.

Siapa Tokoh Favoritku?

Hmm… Sudah pasti aku menyukai tokoh Rehmat Khan (Danny Denzongpa) yang berperan sebagai manusia bioskop. Akting yang begitu pure dan penghayatan karakter Rehmat Khan yang luar biasa. Awalnya kupikir Rehmat Khan hanya seorang yang begitu terobsesi dengan bisokop, tapi ternyata tidak. Ia memiliki harapan untuk menebarkan senyum bagi orang-orang disekitarnya dengan hiburan. Baginya, bioskop merupakan sarana pembebasan pikiran. Dengan melihat kisah-kisah dalam bioskop, orang-orang akan melihat dunia luar dan belajar banyak hal darinya.

Bagaimana Konfliknya?

Inilah yang membuatku penasaran. Apa hubungan Minni dan Rehmat Khan? Mengapa ayahnya sampai rela mengunjungi Afghanistan?

Nah, konflik dalam Bioscopewala tidak begitu kompleks, namun cukup menggugah emosi penonton khususnya Rehmat Khan. Bagaimana ia harus meninggalkan desanya demi menghindari kejaran Taliban untuk melindungi keluarganya.

By the way itu aja dulu review film Bioscopewala, nah bagaimana pendapatmu? Yuk komen di bawah, film ini bisa banget masuk dalam list tontonan weekendmu guys.

See ya… 😘

_____

Makassar, 27 September 2018

3 thoughts on “[Review Film] Bioscopewala, Perjalanan Sang Manusia Bioskop

  1. baru kali ini baca review tema film indis yang agak berbeda dari biasanya… saya sendiri masih bingung manusia bioskop itu apa.. tapi nanti bisa dijadikan list tontonan selanjutnya. secara saya sendiri suka film india

  2. baru kali ini baca review tema film indis yang agak berbeda dari biasanya… saya sendiri masih bingung manusia bioskop itu apa.. tapi nanti bisa dijadikan list tontonan selanjutnya. secara saya sendiri suka film india

Thankyuuu sobat telah berkunjung di blog Ainhy Edelweiss. Silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar yah, xoxo

Back To Top
error: Content is protected !!