Warning: file_get_contents(http://ipinfo.io/100.24.209.47): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.0 429 Too Many Requests in /home/ainc4129/public_html/wp-content/plugins/nm-visitors/nm-visitors.php on line 97
5 Manfaat Belajar Filsafat - Ainhy Edelweiss
Artikel Beranda

5 Manfaat Belajar Filsafat

Assalamu alaikum sobat, apa kabarnya? by the way tulisan kali ini tentang sharing pengalaman saya selama belajar filsafat. Apa sih manfaat belajar filsafat?

Pertanyaan tersebut terlontar dari salah satu teman kerja  yang melihat saya bergegas meninggalkan ruang kerja dan menunggu ojek online menuju ke suatu tempat di mana saya akan belajar filsafat. Saya hanya tersenyum kepada teman saya yang bertanya. Dan, sembari menuju ke tempat belajar saya, saya pun bertanya-tanya kepada diri sendiri, mengapa saya ingin belajar filsafat?

Tak perlu butuh waktu lama menemukan jawaban tersebut, karena alasan tertentu yang membuat saya melangkahkan kaki menuju tempat di mana ada space untuk belajar filsafat.

Di dunia ini, ada banyak misteri yang menurut saya belum terpecahkan. Namun, dari semua misteri tersebut, ada hal yang paling dekat dengan diri kita. Yaitu, tentang tujuan kita hidup, mengapa kita ada di sini, siapa yang menciptakan kita, ke mana kita akan berakhir, dan pertanyaan-pertanyaan rumit lainnya. Betul bahwa agama menjawab semua pertanyaan-pertanyaan tersebut, namun apakah kita puas dengan jawabannya? ataukah karena kedangkalan pikiran yang kita miliki sehingga tak mampu memahami jawaban-jawaban tersebut?

Untuk itulah saya mulai belajar filsafat di sela-sela waktu yang saya miliki. Di tempat saya tinggal, ada banyak ruang yang disediakan untuk pelajar yang ingin belajar filsafat. Seperti di Filosofia Institute, Lyceum philosophia dan Rumah Baca Philosophia

Apa sih manfaat yang diperoleh saat belajar filsafat?

Belajar filsafat memiliki banyak manfaat, tergantung sudut pandang dari pelajar tersebut. Namun, di bawah ini ada beberapa manfaat yang paling saya rasakan dampaknya saat belajar. Apa saja itu?

  • Mengasah Hati dan Pikiran Untuk Lebih Kritis Terhadap Fenomena Yang Berkembang

Ada satu fenomena yang cukup meresahkan seiring perkembangan zaman terutama di era milenial ini yaitu HOAKS. Mirisnya, bukan hanya pemberitaan hoaks tentang politik yang belakangan ini marak muncul di sosial media, melainkan isu agama yang makin meresahkan antar umat. Dimulai dari orang-orang yang memiliki keyakinan berbeda-beda lantas saling menjatuhkan bahkan menghukumi keyakinan orang lain hingga memunculkan sifat intoleransi. Suasana seperti ini pasti kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Lantas bagaimana kita menyikapinya?

Belajar filsafat salah satunya. Pikiran saya terbuka manakala belajar filsafat walau masih pemula, setidaknya filsafat membuka hati dan pikiran saya untuk lebih berpikir logis dan toleran terhadap orang-orang yang memiliki keyakinan berbeda dengan saya.

Baca juga: 5 Perpustakaan Impian Saya

  • Menemukan Nilai-Nilai Hidup

Tingkat stress hidup di kota jauh lebih tinggi dibandingkan hidup di desa. Mengapa? karena hidup di kota selain faktor lingkungan dan persaingan yang ketat, membuat kita mengejar materi semata. Namun, semakin mengejar materi tersebut, justru semakin menemukan kekosongan.

Belajar filsafat, membantu kita menemukan nilai-nilai hidup, membuat kita jauh lebih bijak dalam menyikapi setiap persoalan yang sedang dihadapi.

  • Alat untuk Menemukan Kebenaran

Pada dasarnya, kita semua sedang mencari kebenaran. Setiap pada diri kita muncul pertanyaan-pertanyaan yang mempertanyakan kebenaran. Tidak semua apa yang kita yakini selama ini merupakan kebenaran mutlak. Untuk itulah filsafat hadir sebagai alat menemukan kebenaran untuk membuka cakrawala berpikir seseorang. Benarkah apa yang kita yakini kebenarannya selama ini benar sebagaimana adanya?

  • Membangun Semangat Toleransi

Filsafat itu mengajarkan kita kebijaksanaan, dan orang yang bijak akan menoleransi setiap hal-hal yang berbeda dengan keyakinannya. Pertanyaannya adalah, sudahkah sobat toleransi terhadap orang lain?

Bagi saya, sikap toleransi itu bagaimana kita menyikapi perbedaan yang ada di luar dari diri kita tanpa mendeklarasikan keyakinan yang kita pegang sebagai sebuah kebenaran mutlak.

Baca juga: ORIGIN: Dari Mana Kita Berasal?

  • Belajar Dari Para Filsuf

Saat belajar filsafat, kita akan mempelajari kehidupan para filsuf melalui karya-karya mereka. Penemuan yang ada saat ini, tidak terlepas dari ilmu pengetahuan yang disumbangkan oleh para filsuf seperti Ibnu Sina, Socrates, Plato, dan lain-lainnya.

Nah sobat, itu dia manfaat belajar filsafat. Bagi saya, belajar filsafat itu mengasyikkan. Meskipun pengetahuan yang saya dapat baru setitik debu, namun ada beberapa hal yang saya dapat saat bergabung dengan teman-teman yang semangat dan antusiasnya sangat besar, salah satunya pelajaran yang saya dapatkan adalah tentang nilai kehidupan.

Bagiamana pendapatmu tentang filsafat? apakah sobat juga menyukai belajar filsafat? share yuk di kolom komentar.

Thankyuuu…

41 thoughts on “5 Manfaat Belajar Filsafat

  1. kayaknya saya perlu belajar filsafat deh mbak, biar bisa menemukan nilai2 hidup. soalnya saya merasa kosong sekali di hati ini. Saya kira filsafat akan membantu saya memahami mekanisme “kebahagiaan”

  2. Aku nggak tahu sama sekali tentang ilmu filsafat. Baca postingan ini jadi ada gambaran apa itu filsafat. Ternyata banyak juga ya manfaat belajar ilmu filsafat. Nice sharing banget ini, Mbak.

  3. Aku juga baru mulai baca-baca buku filsafat Kak. Dulu almarhum kakek dan almarhumah nenek tiap bula n malah ada arisan filosofi. Udah lama penasaran, baru kesampean sekarang

  4. Ini nih mata kuliah yang paling sulit buat saya, dosennya terlalu pintar bo.
    Atau saya saja yang kurang cerdas yah?
    Belum terlambat kali yeh kalau belajar lagi sekarang.

  5. Kak ainhy,di salah satu kalimat mbak bilang. Filsafat hadir sebagai alat untuk menemukan kebenaran. Itu termasuk kebenaran agama juga kak?

  6. Saya pernah baca buku filsafat tapi yang disajikan secara islami. Judulnya Para Pencari Tuhan. DI situ ketemu pencarian hati dan pencarian akal.

    Sudah lama saya membacanya, kayaknya harus baca lagi.

    Ada lagi yang mirip, judulnya Titik Ba. Penulisnya ndak bilang itu buku filsafat tapi menurutku iya karena isinya tentang pencarian akal dan hati. Dan bertemu. Saya suka karena penyajiannya islami. SAya baca tahun 2015. Mungkin sudah harus baca lagi 😀

  7. Aku kalo liat orang belajar filsafat itu kayaknya orangnya bawaannya tenang gitu ya. Liat apa yang mereka pelajari aja seperti apa makna hidup, sangat mendalam gitu. Memang gak semua orang suka dan mengerti mengenai ilmu filsafat 🙂

  8. Terima kasih sharingnya Mbak
    Meski buatku masih belum kepengen ish belajar tentang filsafat
    Tapi kenapa ya ada teman yang bilang, kalau belajar filsafat, pondasi ilmu agama harus lebih kuat dulu

  9. aku kalo inget ilmu filsafat malah inget dian sastrowadhoyo… dia kan salah satu artis yang suka banget belajar filsafat, eh, jadi asisten dosen filsafat malah setelah dapat gelar master

  10. Terus terang pejaran filsafat tu aku paling gk paham hehe. DUlu pas kuliah dapat tapi entahlah aku sellau susah mencrna mbak. Krn mungkin aku tu lbh suka yg realistis dan segera diaplikasikan ke hidup gtu. Sedangkan utk sesuatu yg sifatnya tak tampak atau spiritual lbh suka baca buku2 agama. Eh ini komenku nyambung apa gak ya haha maaf2

  11. Kalau mau belajar filsafat itu, kita harus udah kuat juga keyakinan agamanya. Jangan sampai nanti terombang-ambing setelah belajar filsafat dan akhirnya jadi ateis.

  12. Aku punya teman beberapa anak jurusan filsafat. Kalau bicara sama mereka aku sering ga paham. Hahaha…akunya yang terlalu bebal kalik ya. Pembicaraannya memang mendalam, bagi yang belum pernah belajar filsafat agak susah dimengerti.

  13. Filsafat itu salah satu bidang pengetahuan favoritku. Seru banget ilmunya, benar-benar membuka pikiran dan wawasan. Tapi saya masih suka prihatin dengan orang-orang yang menganggap filsafat sebagai ilmu “racun iman” gara-gara filsafat dinilai dapat menimbulkan keraguan akan kebenaran ajaran agama, jadi kalau mau belajar filsafat harus kuat iman dulu. Seolah filsafat itu ilmu yang berbahaya.

    Menurut saya, iman ya iman, pemikiran ya pemikiran, dua hal itu harus dibedakan. Pemikiran yang mempertanyakan itu sah-sah aja, namanya juga manusia. Soal iman, ya kalau orangnya sudah percaya akan kebenaran ajaran agamanya dan memang mengimaninya pasti akan membangun batas sendiri kok dari pemikiran “liar”.

    Kalau sampai ada yang jadi mempertanyakan kebenaran agama dan bimbang, yang dia ragukan itu kan keimanan dia, bukan agama. Jadi jangan salahkan ilmu yang dipelajari karena itu justru bisa jadi jembatan untuk mencapai level keimanan yang lebih baik. Masih ingat Mbak Dian Sastro dan eksplorasinya mendalami berbagai ajaran agama, lalu pada akhirnya dengan iman teguh memilih untuk setia memeluk satu di antaranya?

    Jika menemukan orang yang bimbang, jangan ditakut-takuti atas ilmu dan upaya pendalamannya, melainkan dukung aja agar itu menjadi self-exploration yang berujung keimanan dan pemikiran yang lebih matang. Salam kenal Mbak!

    1. Two thumbs for you mbak! dan rekor pertama yang komen sepanjang ini di blogku yeeee seneng banget. Yg kayak gini nih yang aku maksud mba, pemikiran dan iman itu beda. Ilmu filsafat sependek pengetahuanku adalah sarana untuk memikirkan banyak hal apalagi kebenaran tentang sesuatu, singkatnya ilmu berpikir. Kalau imannya dirasa akan diganggu loh kenapa mesti, berarti imannya yang dipertanyakan. Justru, dalam kitab suci alQuran sering banget menyinggung soal seruan untuk memikirkan banyak hal. Btw soal Dian Sastro ini aku baru tau loh mba, ah penasaran dengan perjalanannya belajar filsafat.

Thankyuuu sobat telah berkunjung di blog Ainhy Edelweiss. Silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar yah, xoxo

Back To Top
error: Content is protected !!