Beranda

3 Kenangan Tak Terlupakan Semasa SMA

Kenangan semasa SMA
Credit picture: prettyforum.com

“Tiada masa paling indah, masa-masa di sekolah. Tiada kasih paling indah, kisah kasih di sekolah…” Chrisye

Setuju nggak kalau masa-masa paling indah itu semasa SMA?

50% yes, 50% no. Ok fine. Tergantung pengalaman masing-masing yah. But for me, saya setuju 80% YES. Tapi, nggak semuanya kisah bahagia loh, ada juga sedihnya.

Masa SMA bisa dikatakan usia labil atau masa transisi dari masa remaja ke dewasa. Bagi saya, di usia ini pergolakan batin mulai terasa. Juga masa coba-coba, di mana rasa keingintahuan meningkat, jika salah jalan bisa saja colaps. Tak jarang banyak teman saya semasa SMA ikut tawuran. Hadeeh kalau ingat masa-masa ini banyak suka dan dukanya.

Kenapa saya menulis dengan tema ini?

Sebenarnya ini tema menulis dari kolaborasi blog berrsama teman sekomunitas saya di Anging Mammiri. Jika sebelumnya bertema #10yearschallenge dan kuliner, maka tema kali ini tentang kenangan semasa SMA. Tuh kan temanya mengajak saya bernostalgia.

Sebenarnya, ada banyak sih kenangan tak terlupakan termasuk kisah cinta monyet yang di skip aja deh hahaha.

Here we go…

1. Terpaksa memakai masker gara-gara jerawat di wajah!

Dulu, niat saya pengen sekolah di SMA negeri. Tapi, karena saya merasa minder dan bla-bla-bla, akhirnya memilih sekolah di MAN (Madrasah Aliyah Negeri). Sebenarnya, kedua-duanya bagus, hanya saja waktu itu, saya merasa nggak pede mengambil formulir di SMA, itupun saat mengambil formulir di MAN, barengan sahabat SMP saya.

Jadi ceritanya gini… Long long time ago, ketika wajah saya kena jerawat pertama kalinya ketika menyelesaikan ujian nasional di SMP (dulu sekolahnya di MTsN), saya sangat risih. Nah saat liburan ke rumah orangtua (karena dulu saya tinggal sama nenek), bapak saya ngasih resep mengobati jerawat, katanya ampuh. Cukup dijadikan masker. Setelah mendapat bahan obat anti jerawat versi bapak saya (resepnya nggak usah saya sebutin, bahaya ditiru.), dalam satu malam saya menggunakan masker wajah tersebut. Dan apa yang terjadi pada pagi harinya….. muka saya seperti terbakar!!! hitam kemerahan di wajah, OMG! 

Memang nggak seluruh wajah, hanya di kedua pipi dan hidung, karena memang hanya bagian itu yang saya tempelkan. Tapi, bekasnya membuat wajah saya seperti habis terbakar, jadi deh tiga tompel besar menempel di wajah.

Satu bulan kemudian, mau nggak mau saya harus memilih melanjutkan sekolah. Saat ospek dimulai, wajah saya belum sembuh total. Tompelnya masih ada, karena merasa minder, saya memakai masker di mana-mana. Disangkanya flu sama teman-teman, tak sedikit yang mengejek, atau melirik sinis dan penuh rasa penasaran. Karena sudah lelah memakai masker, saya menggunakan topi untuk menutupi wajah, kebayang deh bawa topi ke mana-mana terus menutupi wajah. Bahkan ada salah seorang teman yang tersinggung.

Eh kamu kok tutup mulut terus dari tadi, ada yang bau kah? emang saya bau yah?

Duh… nggak tau dia, kalau saya lagi nutupi dosa di wajah, eh noda di wajah.

Beruntunglah tompel tersebut nggak permanen. Dan pada akhirnya, batman eh batwoman membuka masker di wajahnya.

Baca juga: Sepucuk Surat Untuk Ibu

2. Gagal mengadakan JUMBARA  (Jumpa Bhakti Gembira) 

Dulu, saya sangat aktif di Palang Merah Remaja. Sempat mengambil posisi sebagai ketua 1. Bagi pribadi, organisasi ini memiliki kenangan khusus yang nggak akan pernah saya lupakan. Di sinilah saya akrab dengan guru favorit inspiratif saya, dan di sini pula kerakter saya mulai terbentuk. Sayangnya, ini adalah kenangan yang nggak menyenangkan. Gagal mengadakan JUMBARA, padahal saat itu diamanahkan sebagai ketua panitia. Rencananya kegiatan tersebut mengundang organisasi PMR di setiap sekolah se-Sulawesi Selatan. Tapi, kepala sekolah saya menolaknya mentah-mentah. Kebayang sakit hati kami seperti apa. Alasan pak Kepsek (Kepala Sekolah) bahwa sebentar lagi sekolah akan mengadakan ujian semester.

Demi mengobati kekecewaan kami, pembina PMR yang sekaligus guru favorit saya, mengajak kami mendaki gunung di Ramma’, Malino. That was my first time fall in love with EDELWEISS FLOWER.

Baca juga: EDELWEISS: Cinta dan Kenangan 

3. Kisah NENDI yang penuh drama

NENDI adalah nama kelompok persahabatan saya dan kawan-kawan. Saya dan keempat sahabat lainnya memutuskan memberi nama di geng kami. NENDI diambil dari nama awalan kami masing-masing. Karena berjumlah lima, ada satu kawan saya yang netral. Walau memiliki keakraban yang sama di setiap anggota geng NENDI, tapi saya lebih dekat dengan Alika. Kami memiliki banyak persamaan. Sama-sama suka baca buku, sama-sama suka berpetualang, sama-sama tukang pemimpi, dan sama-sama memiliki masalah yang sama di keluarga. Bahkan, kami pernah menjauh dari rumah dan dengan nekadnya mencari tempat tinggal/kos-kosan di sekolah. Hanya bertahan sebulan, kami pulang kembali di rumah. Kala itu, almarhum nenek sering mengirim makanan melalui adik saya. Its the saddest story of my gradma, that i found my self ever left her alone… 

Drama kisah NENDI ini banyak banget. Yang paling saya ingat ketika mereka kompak menjauhi saya. Alasan yang sangat klise. Katanya saya sangat sibuk di organisasi sehingga mengabaikan mereka hahaha. Mungkin saya khilaf berorgansasi kala itu, jadi kawan-kawan saya merasa terabaikan padahal nggak ada niat sama sekali loh. Dan puncaknya terjadi ketika mereka benar-benar menjauhi saya.

Karena saya ngambek dan nggak tahan dijauhi kawan sendiri, akhirnya dengan penuh drama, saya pamit di kelas saat pelajaran berlangsung dan tiba-tiba lari ke mesjid. Di mesjidlah saya sholat sunnah, curhat kepada Tuhan tentang kawan-kawan saya, mengapa mereka menjauhi saya, dan merasa plong setelah shalat (ceileehh ngingat ini saya tertawa sambil mengetik).

Eh tiba-tiba keempat kawan saya menyusul saya di mesjid. Mereka semua menangis dan memeluk saya. Saking dramanya, salah satu kawan saya pingsan, dia Alika. Kami mengangkatnya ke dalam mesjid. Duh, ternyata badannya berat juga. Tiba-tiba suara besar memekakkan telinga saya, kawan saya, Anita menangis di dalam mesjid. Suaranya besar banget, spontan dong kami kaget dan merasa malu. Habisnya sih, cara nangisnya malu-maluin hahaha. Parahnya lagi, saat kami nangis bareng di dalam mesjid, saya nggak tahu ingus siapa yang nempel di kerudung, wkwkwk.

Itulah sepenggal kenangan yang tak terlupakan semasa SMA. Kenangan itu akan merembes dalam ingatan manakala hujan turun. Kenangan sama saja seperti hujan. Sekali ia tumpah dari langit, nggak ada manusia yang bisa membendungnya.

Adakah kenangan hari ini yang sulit sobat lupakan?

By the way, intip juga kisah semasa SMA yang nggak kalah serunya dari kak Ery di sini.

26 thoughts on “3 Kenangan Tak Terlupakan Semasa SMA

  1. buset! itu dramanya sampai begitu sekali? hahaha
    nda terbayang kalau di usia sekarang menemukan kejadian kayak begitu, pasti dalam hati timbul rasa jijik dan geli ya?
    hahaha

    untung masa itu masih ABG, masih bisa mentolerir drama seperti itu

  2. tiba tiba teringat ka kembali salah satu kejadian yang paling tidak bisa s lupakan semasa SMA, jatuh tengkurap didepan teman-teman cowok yg lagi duduk didepan kelas, jatuh krn ada teman yg iseng, sakit ny tdk seberapa kalau mau dibandingkan dengan malunya, besokny langsung ijin nda masuk sekolah -_- hahaha

  3. Saya termasuk yang biasa saja dengan masa SMA ku dan suka merasa ” kehilangan” momen kalau nonton drakor, dorama, film yang setting-nya SMA. Suka ka bertanya-tanya sendiri, apa yang kubikin waktu SMA di?

  4. Deh masa SMA ndak jauh-jauh dari namanya girls squat. Teman curhat,teman jalan dan menghabiskan waktu. Walaupun kadang ada kenangan yang jika dilihat sekarang nampak sangat lebay. High School never end

  5. Jadi inget waktu SMA punya kelompok sendiri juga (tidak saya sebut sebagai geng ya) tapi sekarang udah pada bubar😅

    Seru baca drama kisah Nendi, saking segitunya dramanya ya .. ampe ada yang pingsan dan nangis gitu hehe…api memang kalau bicara tentang persahabatan pasti akan selalu berkesan di hati

  6. saya di sma, terkenal si muka cuek..dibully geng sok cantik, bully balik:D ga ditemenin, bodo amat, sekali punya teman, anak baru pindahan yang lumayan cakep waktu itu, nah kan berasa lagi main ftv:V disirik2in..apalagi sempat telat masuk sekolah,eh tau nya bareng ni orang telat, boncengan motornya..wuihh itu segedung cewek2 pada melotot tajam hahah…tapi saya bukan cewek lemah juga macam di drama, ga mempan dibully:D

  7. Hahahaha pakai masker yang salah utk menangkal jerawat memang jadi drama. Tapi saya setuju sama Chrisye, masa masa paling indah adalah masa masa di sekolah 😀

Thankyuuu sobat telah berkunjung di blog Ainhy Edelweiss. Silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar yah, xoxo

Back To Top
error: Content is protected !!