Beranda

Usia Kehamilan Trimester Kedua? Seperti Inilah Pengalamanku

Cerita kehamilan
Sumber Gambar: Pixabay

Assalamualaikum mom, sobat, dan pembaca setia blogku 😊😁

Alhamdulillah melewati usia kehamilan trimester pertama rasanya begitu melegakan. Suka dan duka di trimester kedua berhasil kulalui bersama suami. Tak sedikit drama didalamnya, tapi begitulah, suatu hari nanti akan dikenang.

Setelah melewati trimester pertama, kecemasan akan hal-hal yang menyebabkan janin keguguran sudah terlewatkan, meskipun di trimester kedua tetap harus berhati-hati. Seperti itulah panduan aplikasi bumil yang kubaca, kita sudah bisa lega saat melewati trimester pertama.

Lain lagi dengan cerita kehamilan saat kandungan memasuki trimester kedua. Ada hal-hal baru yang kualami selama berada di usia kandungan ini.

Tak ada lagi drama mual/muntah, tak ada lagi penciuman yang super sensitif, tak ada lagi menjaga jarak dengan suami karena saking sensitifnya penciumanku, tak ada lagi pilih-pilih makanan, dan drama apapun yang kualami selama trimester kedua.

Di usia kehamilan trimester kedua, perasaanku jauh lebih baik. Aku sudah bisa beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang kualami. Nafu makanku pun semakin membaik, malah meningkat drastis.

Inilah hal-hal baru yang kualami selama usia kandungan trimester pertama baik suka maupun duka

1. Nafsu makan meningkat drastis

Makan banyak

Kalau di trimester pertama aku bahkan tak sanggup makan nasi, makan lain halnya di trimester kedua. Nafsu makanku meningkat drastis, bahkan belum cukup tiga jam usai makan, aku lapar lagi. Kebayang nggak sih kalau tiba-tiba aku lapar dan kebetulan persediaan makanan habis atau cemilanku habis, spontan aku menangis, hahaha.

Bahkan hingga dipenghujung trimester kedua ini, aku bisa saja makan lebih dari empat kali sehari, belum lagi ngemilnya.

Saat membaca artikel, memang sudah menjadi hal biasa bagi ibu hamil jika nafsu makannya meningkat di trimester kedua. Namun, ada baiknya mengurangi porsi makan. Tak apa sering makan, asal porsinya dikurangi, dengan demikian, bumil tetap bisa menjaga keseimbangan berat badan.

Hanya saja, aku kadang kalap sih, hehehe.

2. Merasakan gerakan bayi pertama kalinya

gerakan bayi

Sekitar minggu ke-19, untuk pertama kalinya aku merasakan gerakan aneh dalam perut. Seperti ada yang mencubit perutku dari dalam. Saat kutanya beberapa teman dan membaca artikel, katanya itu adalah gerakan janin yang wajar dialami ibu hamil. Jika merupakan kehamilan pertama, biasanya ibu hamil akan merasakan gerakan janin pada minggu ke-20, namun jika bukan kehamilan pertama gerakan janin bisa dirasakan lebih awal. Namun, semua tergantung pada kondisi ibu hamil masing-masing.

Saya pribadi merasakan gerakan aneh sejak minggu ke-19, walaupun sebenarnya aku sudah merasakannya lebih awal, tapi karena ragu, aku tidak menganggap itu adalah gerakan janin.

Sekitar pukul 08.00 am, untuk pertama kali aku merasakan gerakan yang tak biasa dalam perut, seperti dicubit dan sakit. Karena kaget, aku spontan menangis, menyadarkan diri di dinding. Paksu yang sibuk membaca, menghentikan aktivitasnya dan menghampiriku.

“Umi…kenapa? Kok nangis?”

“Aku nggak tau bi, rasanya ada gerakan aneh dalam janin, seperti dicubit, duh aku susah jelasinnya.”

Karena ini adalah hal yang pertama bagiku, mungkin itulah aku merasa kaget. Sedikit cengeng sih memang, pake drama menangis pula hahahah. Dan alhamdulillah, suami menenangkanku dengan ucapannya yang jleb.

“Umi… Sholawat yah, jangan nangis. Apa yang umi rasakan saat ini adalah anugerah dari Allah swt. Tak semua perempuan diberikan kesempatan seperti umi.” (Sembari mengelus perutku, suami melanjutkan nasehatnya)

“Andai saja, abi yang bisa memikul semuanya, abi nggak akan biarkan umi seperti ini, tapi…abi ini laki-laki. Itu adalah kodratnya umi sebagai perempuan, dan merupakan salah satu nikmat dan kuasa Allah kepada perempuan.” (Perlahan, air mataku berhenti berderai, dalam hati aku membenarkan ucapan paksu)

“Ingat umi, ada ruh Tuhan dalam Umi yang harus umi jaga dengan baik-baik. Bayi yang bergerak dalam janin umi, pertanda bahwa sudah ada kehidupan di dalamnya. Ada Ruh Tuhan, umi.”

Jleb…. spontan aku terpaku dengan kalimat paksu “ada ruh Tuhan dalam rahimku saat ini…”

Itulah respon pertamaku saat merasakan gerakan bayi. Esoknya, aku lebih bersemangat dan merasa bahagia setiap merasakan gerakan bayiku.

Baca Juga: Cerita Awal Kehamilan Hingga Tespek 2 Kali Hasilnya Negatif

3. Tidur tak nyaman dan susah tidur di malam hari

Tantangan yang paling kurasakan di trimester kedua adalah susah tidur dan mulai tidak nyaman melakukan apapun.

Karena perut sudah mulai membesar plus badan yang mulai melar, menjadi wajar ketika tidak nyaman beraktivitas, terutama posisi tidur.

Mulai dibulan ke-5, aku merasakan perut sudah mulai membesar dan sedikit berat. Sehingga saat tidur pun, aku mencari posisi nyaman. Tak bisa lagi seenaknya bergerak saat tidur, karena beban di perut bertambah.

Akupun tak bisa berlama-lama saat duduk, paling lama bertahan duduk hanya setengah jam, setelah itu, aku harus berdiri, jalan-jalan di dalam rumah, agar tidak merasakan kram di perut.

Akhir trimester kedua, aku susah tidur, entah apa penyebabnya. Menurut artikel yang kubaca, itu wajar dialami ibu hamil karena pengaruh hormon progesteron.

Baca Juga: Tantangan Kehamilanku Selama Trimester Pertama

4. Mulai aktif kembali di sosial media dan menulis di blog

Berawal dari keisengan curhat di blog, hingga keisengan tersebut mengantarkanku pada lingkaran komunitas blogger yang memiliki hobi yang sama. Akhirnya, hobi tersebut pun mulai membuahkan hasil. Tak hanya mendapatkan teman, tapi juga aku bisa dapat uang jajan dari blog meski jumlahnya belum seberapa. Aktif di media sosial adalah salah satu hal yang mendukung blogku agar bisa menjangkau lebih banyak pembaca.

Sejak awal kehamilan hingga akhir trimester pertama, aku vakum menulis di blog dan sosmed. Kalaupun update beberapa tulisan, itu hanyalah job yang terlanjur sudah kuterima sebelumnya.

Namun, menginjak usia kehamilan trimester kedua, perlahan mood menulisku kembali normal. Yang tadinya uring-uringan melakukan apapun termasuk menulis, kini mulai aktif nge-blog seperti sedia kala, yah walau tak selincah dulu sih hehehe.

Alhamdulillah di usia kehamilan trimester kedua ini tak banyak drama yang kualami layaknya di trimester pertama. Rasa penantian akan kelahiran buah hati semakin membuncah. Awalnya memang sempat merasakan kekhawatiran dan takut, namun dukungan suami dan keluarga sangat berarti ditambah setelah membaca buku kehamilan hipnobirthing, aku merasa jauh lebih baik dari sebelumnya.

Saat menulis ini, usia kehamilanku berada dipenghujung trimester kedua, kurang lebih dua minggu lagi akan memasuki trimester ketiga, yang barangkali memiliki kejutan dan tantangan tersendiri. Mohon doanya yah teman-teman.

“Anakku… ibu dan ayah menanti kehadiranmu. Di setiap penghujung shalat, kami harap-harap cemas mendoakanmu. Mudah-mudahan kelak, engkau menjadi anak yang sholeh/sholehah, beriman dan bertakwa kepada Allah swt, mencintai Rasulullah saw dan ahlul baitnya, berbakti kepada kedua orangtuanya, serta menebarkan kebaikan di muka bumi ini, amin…amin…amin…”

44 thoughts on “Usia Kehamilan Trimester Kedua? Seperti Inilah Pengalamanku

  1. Bebrapa bumil terkadang ada yang masih mual ada yang ga. Aku dulu ga sih hehehe. Malah makin lahap makannya trus baby jd ndut wkwkwkwk. Makanannya kudu yg seger2 mbak jadi ga eneg. Banyakin buah2an aja.

  2. aaiiih so sweetnya pak su. Kalau aku dulu kalau mual bukan di pagi hari layaknya morning sickness mbak, tapi setiap magrib. Entah kenapa sampai laaamaaa bgt setiap magrib kekamar mandi utk muntah2 gitu. Sehat2 ya mbak say…

  3. Yup, setiap trimester memang punya keluhannya masing-masing. Dinikmati saja karena pasti bakal dirindukan lagi hehe. Apalagi pas sudah bisa merasakan gerakan janin, kalau di saya rasanya nggak sakit malah pengen saya rasakan trus. Oya, waktu hamil pertama dulu setelah melahirkan baru saya semangat ngeblog lagi. Beda dengan kehamilan kedua ini, hehe

    Sehat-sehat selalu ya Bumil😘

  4. Selamat ya mba untuk kehamilannya semoga selalu sehat sampai persalinan, aku waktu hamil tahun lalu malah mual-mual sampai trimester ke tiga, dan bisanya cuma makan buah saja, semua moment kehamilan dari trismester awal sampai akhir semuanya paling membahagiakan yang dirasakan

  5. Masyaa Allah mbak. Semoga mbak dan si calon dedek bayi sehat selalu ya. Setiap wanita pastinya punya pengalaman masing2 semasa hamil. Doain saya juga ya agar segera hamil

  6. Alhamdulillah, kehamilan pertama ya.. Congrats ya Mbak.. Baarakallah. Semoga Allah selalu menjaga Mbak dan bayi hingga ia tumbuh dewasa menjadi anak sholih. Aamiiin. Aku juga merasakan hal yang sama, kemarin mbak. Kadang meski tendangannya sakit, tetap bahagia. Kemudian bilang ke si dedek, “aduh dek.. sakit.” 🙂

    Saling mendoakan ya.

  7. Trimester dua mabok2 dah ilang ya mbak alhamdulillah, waktunya perbaikan gizi dengan makan makanan bergizi apapun yg bisa dimakan. Paling seneng kadang kalau usg dah dapat bonus jenis kelamin anak, eh tapi kyknya di trimester dua akhir sih ya hehe. Sehat2 selalu ya mbaaakk 🙂

  8. kalau aku pas hamil pertama dulu itu pertama kali merasakan gerakan janin sekitar minggu 20-an. kalau di aku rasanya kayak ada gelembung-gelembung gitu di perut. hihi. semoga lancar terus ya kehamilannya

  9. pengalaman yang pasti tak terlupakan
    kalo bayangin waktu aku hamil dulu juga rasanya pengen hamil lagi hehee
    yang paling seru ngerasain gerakan debay itu
    senang dan terharu

Thankyuuu sobat telah berkunjung di blog Ainhy Edelweiss. Silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar yah, xoxo

Back To Top
error: Content is protected !!