Aktivitasku Beranda

Tantangan Kehamilanku Selama Trimester Pertama

“Dan cinta ibu adalah anugerah terindah dari Tuhan kepada hamba-hamba-Nya di dunia.”

Kehamilan trimester kedua
Sumber Gambar: momlovebest

Assalamualaikum mom, bagaimana kabarnya hari ini? Semoga selalu dalam lindungan-Nya, amiinn.

Jangan bosan-bosan yah mom baca curcolanku (baca= curhatan) selama hamil, maklum ini adalah kehamilan pertamaku, antara bahagia, cemas dan sedih. Eh kok sedih? Sedihnya karena masih ada ketakutan-ketakutan sebagai calon mom, tapi seberapapun ketakutan itu, rasa bahagia dan harap ingin segera menimang bayi sangat besar.

Kalau mom sudah ada belum pengalaman kehamilan sebelumnya? Aku penasaran nih gimana mom melewati setiap proses kehamilan selama trimester pertama.

“Untuk baby yang masih dalam kandunganku, mama sangat merindukanmu nak, ini tulisan kedua mama tentang kamu 😊 mudah-mudahan selalu dalam lindungan-Nya, sehat selalu yah nak dalam rahim mama.”

Katanya, setiap bumil (baca= ibu hamil) memiliki tantangan kehamilan masing-masing. Ada yang tidak merasakan mual dan muntah sedikit pun, ada yang sedang-sedang pun ada yang parah. Namun, secara umumnya, tantangan kehamilan pada trimester pertama meliputi mual dan muntah, perubahan hormon, payudara yang sakit, emosi yang tidak stabil dan lain-lainnya.

Ada yang melewati masa kehamilan trimester pertama tanpa drama pun ada yang drama banget. Dan aku termasuk bumil yang melewati tahap trimester pertama dengan penuh drama.

Baca Juga: Cerita Awal Kehamilan Hingga 2 Kali Tespek Hasilnya Negatif

Drama kehamilanku dibulan pertama

Drama kehamilan

Seperti yang sudah aku cerita sebelumnya, bahwa tak lama usai menikah, alhamdulillah kami diberikan amanah secepatnya, hingga menjelang lebaran idul fitri, tumbuhlah benih buah cinta kami dalam rahimku.

Tak banyak drama kehamilan di bulan pertama, sebab waktu itu aku masih ragu apakah aku hamil atau tidak, bahkan setelah tespek pun aku masih menunda datang ke puskesmas segera. Jika kuhitung hari terakhir haid dan bulan datang telat haid, ada kurang lebih 5 minggu usia janin dalam rahimku barulah aku ke puskesmas memeriksakan kandungan.

Baca Juga: Calon Ibu Harus Tahu 5 Gejala Tipes Pada Anak dan Cara Mengatasinya

Dibulan pertama, nafsu makanku masih stabil malah sempat naik. Aku ingat pertama kali merasakan yang namanya ngidam. Tepat pukul 10 malam pengen banget makan pizza, karena suami sudah tidur, aku nekad pesan pizza melalui aplikasi. Dan tak lama kemudian pizzanya datang. Entah karena udah lama nggak makan pizza sejak pindah dari Makassar, atau karena pengaruh janin dalam rahimku.

Yang pasti, dibulan pertama, mulai muncul keinginan aneh seperti pengen makan makanan di waktu yang kurang tepat, hahaha.

Drama kehamilanku dibulan kedua

Oh My God Omg GIF - Find & Share on GIPHY

Awal memasuki bulan kedua masih biasa-biasa saja, belum ada tanda-tanda mual apalagi muntah, aku malah sempat berpikir waktu itu kok bisa yah nggak merasakan hal yang dirasakan bumil pada umumnya. Bener nggak sih ini kalau aku hamil?

Dan duaarrrr… Mungkin karena sombong atau gimana, seminggu kemudian aku merasakan drama kehamilan yang betul-betul menyiksaku, huhuhu.

Menjelang akhir bulan dua, aku mulai merasakan payudara sangat sakit, bahkan saat berada dalam rumah, aku tak sanggup memakai dalaman. Saat gerak sedikit pun rasanya sakit banget.

Aku mengeluh bahkan menangis di hadapan suami, belum pernah kurasakan rasa sakit payudara seperti ini sebelumnya. Hingga memasuki bula ketiga, aku benar-benar mengalami situasi yang menguras energi.

Baca Juga: Review Buku Happy Pregnancy

Drama kehamilanku dibulan ketiga

cerita kehamilan
Sumber Gambar: englishcafebali

Dan puncak drama kehamilan yang kualami berada dibulan ketiga.

Rasa mual dan muntah mulai kurasakan, hingga berlangganan tiap hari. Setiap bangun pagi, aku muntah-muntah, hingga nafsu makan menurun drastis. Selain di pagi hari, aku juga biasa muntah di siang dan malam hari.

Indra penciumanku meningkat tajam, bahkan aku tak sanggup dengan bau suami. Aneh kan? Padahal suami nggak bau, hanya saja setiap bau yang aku cium menjadi asing dan membuat kepala pusing hingga muntah. Maka, beberapa minggu aku menyuruh suami menjaga jarak, hahaha. Kasian kan, suami kena imbasnya.

Hal yang paling menyiksa, ketika tetangga menggoreng ikan atau menumis sayuran atau apapun itu yang pasti baunya tercium dan sangat menyengat. Spontan saja aku muntah lagi 😭

Dan berminggu-minggu suami terpaksa nggak makan ikan goreng, nggak makan sayur tumis atau apapun itu, pokoknya dapur di rumah ikut liburan.

Bayangkan nih, sebulan lebih aku mengalami drama kehamilan yang menguras emosi, tenaga dan pikiran. Bahkan, sekitar tiga minggu aku nggak makan nasi!

Mungkin pengaruh mual/muntah sehingga nafsu makan menurun. Lantas bagaimana caraku bertahan agar bisa menjaga kondisi tubuh?

Bisa dibilang, aku ini sedikit bandel dan tidak penurut. Saat berkunjung ke puskesmas kedua kalinya, aku dikasih obat-obatan, walau pada pemeriksaan pertama pun sih aku dikasih obat suplemen, tapi ibarat mengoleksi obat, seperti biasa aku hanya menyimpan obat tersebut dan tidak meminumnya. Jangan paksa aku minum obat gaess, sejak kecil memang aku benci minum obat.

Untung saja, saat mengalami hal tersebut, aku masih bisa minum susu. Lidah ini masih mau menerima rasa susu khusus ibu hamil.

Aku minum itu sebagai pengganti nutrisi dan suplemen untuk menutrisi janin dan menguatkan tubuh yang sudah lelah akibat mual/muntah.

Selain susu, aku masih bisa makan ubi-ubian, jadi setiap pagi, suami menggoreng ubi. Oh iya, aku nggak berani dekat-dekat dengan dapur waktu itu.

Makasih pak suami, kalau nggak ada kamu, aku nggak tau bagaimana caranya menghadapi drama kehamilan ini.

Ada makanan lain? Cuma gado-gado. Itupun, di antara semua penjual gado-gado yang ada di Batulicin, hanya satu yang bisa aku makan, dan jarak dari rumah jauh banget. Kadang, aku kasihan melihat suami, yang saat istrahat kerja, langsung cari gado-gado itu. Namun, memakan gado-gado ini ternyata nggak bertahan lama, karena aku mulai mual juga mencium bau pecelnya 😭

Aku sempat frustrasi sih, takut kalau hal-hal yang kualami ini bakal berlanjut hingga menjelang persalinan. Namun, saat menelepon mertua, kata beliau itu nggak akan berlangsung lama. Begitupun kata mama, memang ada beberapa bumil yang mengalami drama kehamilan seperti aku, tapi tenang saja, karena fase itu akan dilalui.

Dan benar saja, saat memasuki trimester kedua dan saat usia kehamilan memasuki bulan keempat, drama itu perlahan mulai hilang.

Penciumanku mulai membaik sedikit demi sedikit. Suami sudah bisa masak ikan dan menggorengnya. Jika dulu aku ogah langsung muntah, sekarang cukup melipir ke sudut aja, nggak terlalu berpengaruh baunya.

Yang dulunya nggak bisa makan nasi sama sekali, perlahan aku sudah bisa makan sedikit demi sedikit.

Di trimester kedua, keadaan mulai normal seperti sediakala. Akhirnya aku bisa bernafas dengan lega. Puncaknya saat usia kehamilan tepat memasuki bulan kelima.

Tak ada lagi drama muntah di pagi, siang dan bahkan malam hari.

Tak ada lagi drama menyuruh suami sendiri jaga jarak, hahaha. Apalagi marah-marah dalam hati karena tetangga yang masakannya menyengat.

Tak ada lagi drama menangis karena menahan sakitnya payudara.

Dan, tak ada lagi drama pusing tujuh keliling mau makan apa karena nggak bisa makan nasi atau apapun yang memiliki bau menyengat.

Oiya saat menulis ini, kehamilanku sekarang berada di akhir trimester kedua. Alhamdulillah.

Tak banyak drama, tapi ternyata setiap fase kehamilan memiliki ceritanya masing-masing. Termasuk cerita kehamilanku di trimester kedua. Ternyata ada banyak hal yang juga mengejutkanku.

Next time aku tulis di postingan selanjutnya yah 😊 Oiya mom, pasti sebelum melahirkan ingin memiliki foto maternity bareng suami kan? Yukss cek jasa foto atau jasa fotografer sebelumnya mom biar lebih mudah membuat konsep maternity impian.

Yuk sharing juga cerita pengalaman kehamilan mom di kolom komentar πŸ™‚

44 thoughts on “Tantangan Kehamilanku Selama Trimester Pertama

  1. Sama, Mbak.. aku pun dramanya mual-mual, sehari sampai tiga kali. Aku sampai ke dokter kandungan, curhat mualnya sering banget dan akhirnya dikasih obat anti mual. Karena kalau udah mual aku langsung lemes. Terus untuk makanan, aku sekarang jadi tidak suka sama telur dan kikil sapi. Hahhahaa, padahal dulu sebelum hamil hampir tiap hari makan telur buat sarapan. Sekarang baunya aja udah bikin enek dan mual.

  2. Wah, memang penuh dengan drama ya mba. Gawat juga ya, nggak bisa cium bau suami, hahaha. Kalau aku sih bawaannya marah aja sama suami, sampai akhirnya suami pindah kerja ke luar kota. Barulah aku merasakan kerinduan yang amat mendalam sama dia.

  3. Trimester pertama emang (biasanya) terasa paling berat Mba
    Aku dulu beberapa kali (seingatku) sering nangis tanpa alasan πŸ˜€
    Yaaaa pokoke mewek mewek cranky ga jelas
    pengaruh perubahan hormon kayaknya

  4. wahaha jadi senyum2 sendiri baca tulisannya, kaya flashback. Banyak kesamaan kita. Terutama bagian yang sombong karena β€œko ga ada mual-mualnya ni hamil” eeeh taunya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

  5. alhamdulillaaaah sehat sehat yaaa bumil
    ntar kalo hamil ke 2 – 3 – 4 beda beda lagi loh rasanya hihi… rencana punya anak berapa nih, jangan kek aku ya bablas…. dan semua hamilnya deramaaah.! Tapi so sweet sih, aku jadi ……. *eeh

  6. setiap fase kehamilan, dramanya bergeser ya mba.. Aku jaman hamil dulu, anak yang cewek yang kebanyakn drama. Klo yang cowok..bandel. Oh, iya..semoga kehamilannya lancar sampai lairan ya mba

  7. Tiap kehamilan memang ada dramanya mbak. Ntar kalo mbak hamil anak yg kedua juga bakal beda lagi ceritanya. Itulah indahnya fase menjadi ibu. Selamat ya bumil, sehat-sehat terus ya sampai lahiran. Aamiin.

  8. Semoga sehat terus ya, lancar sampai persalinan nanti. Saya hamil 3 kali, dramanya juga beda-beda. Pas anak pertama juga sempat cemas, anak kedua dan ketiga mulai biasa, karena sudah belajar dari pengalaman hamil anak pertama.

  9. Kehamilan yang penuh drama itu dinikmati saja karena suatu saat kita akan kangen. Proses hamil itu beragam bagi banyak bumil. Saya juga ada drama mualnya. Biasanya setiap pagi tetapi tidak terlalu parah, mungkin karena saya ternyata hamil anak lelaki. Tapi entahlah, tidak bisa disamakan dengan orang lain. Yang jelas saya doyan makan kala itu.
    Semoga tetap sehat dan jangan terlalu lelah. Rajin baca referensi mengenai kehamilan agar lebih siap. Saya jadi pengen hamil lagi, nih. Sudah 1 bulan sengaja tidak minum pil KB lagi.
    Oh ya, saat hamil kita memng lebih sensitif, Teman saya ada yang gitu juga tetapi pada akhirnya baik-baik saja setelah alami drama berkepanjangan. Sabar, ya dan nikmati saja. Jadi ibu itu membahagiakan.

  10. Selamat menikmati prosesnya ya mbak, semoga trisemester pertama bisa dilalui dengan baik dan bahagia jauh dari drama apalagi stress.. semangat untuk menghadpi trisemester selanjutnya ya.. semoga jadi kehamilan yang menyenangkan dan bahagia.. sehat dan lancar jaya hingga persalinan nanti

  11. Aku sendiri belum punya jodoh nih mbak hehe tapi seneng baca sharing begini jadi kayak bekal buat aku nanti kalau berada disituasi begini hihi

  12. wah ini drama kumbaranya sungguh meguras emosi ya mba πŸ™‚ alhamdulilah yang pentng sekarang udah ga ada drama lagi sehat selalu mba jaga asupan makanannya semoga sehat selamat dua2nya hingga waktu pertemuan tiba πŸ™‚

  13. Sehat sehat selalu kehamilannya ya mba. Emang bener pas hamil tuh ada aja dramanya. Hehhe. Tapi slalu sebagai ibu kita menikmati ya mba πŸ™‚ Aku juga dlu sempat nggak bisa cium bau kresek, bau mie instan dll mual-mual teruss

  14. Aku pas hamil Alhamdulillah nggak mabok jadi bisa ngebut nulis naskah buku dulu, buat tabungan naskah pas punya baby, semoga sehat selalu ya, lancar kehamilannya bumil..

  15. Alhamdulillah sekarang udah melampaui masa drama kan, Ainhy? Semoga sehat sehat yaaa sampai lahiran nanti juga lancar.

    Aku hamil dua kali enggak ada drama, makanya suamiku sampai dibilang beruntung. Justru drama terjadi saat kelahiran, susah lahiran anak pertama karena aku ngeyel minta normal. Tapi lahiran anak kedua dramanya justru mau mbrojol, hihiii

  16. Drama kehamilan itu macam2 ya, alhamdulillah saya hanya mabok 2 bulan saja trus bisa makan normal bahkan pernah over hihi saya jadi pengen merasakan hamil lagi πŸ™‚

  17. Aku nggak bisa cerita apa-apa soal drama kehamilan nih Ainhy karena emang tidak mengalami rasa yang aneh-aneh. Mual muntah aja pas bulan ke2, itupun setelah muntah di pagi hari, udah langsung biasa aja ketika menelan makanan berikutnya. Bandel kok 2 kali kehamilanku ini, ga pernah gimana-gimana. Biasa aja kayak enggak lagi hamil. Bau apapun tidak pernah berpengaruh. Makan jalan teruuuss mpe naik berat badan banyak sekali. πŸ˜€

  18. Setiap kehamilan berbeda yang dialami sama dengan fase yang dialami pula. Nah, kalau fase yang aku suka adalah semester 2 rasanya nyaman tapi kalau sudah masuk semester terakhir rasanya badan mulai begah dan bengkak mbak hehe.

  19. Wa’allaikumsalam warohmatullahi wabarakatuh
    Alhamdulillah ikutan seneng. Mual-mualnya nggak lama. Sudah bisa makan nasi dan makan yang lainnya. Semoga Kakak dan debay sehat terus ya.

  20. Pengalaman hamil memang nano-nano rasanya. Aku juga ngidam parah sampe gak bisa makan sama sekali. Alhamdulillah semua sudah terlewati. Payudara sakit itu karena sedang mempersiapkan ASI untuk bayi nanti.

  21. Aku mual juga Mbak. Paling sebel sama bau bawang goreng, padahal dulu suka banget nyium wangi nya. Indomie pun kok rasanya bau banget ga tahan, padahal dulu hobi banget makan indomie. Akhirnya di trimester pertama aku ga bisa masak sama sekali. Huhu.
    Semoga nanti lancar ya lahirannya

  22. Aku kalau hamil selalu ngerasa mual di awal hamil. Jadi nggak heran setiap hamil. Memang ada juga yang hamil kebo, kayak kakak saya, ngapa-ngapain nggak terasa. Tapi kalau saya kerasa banget hamilnya

Thankyuuu sobat telah berkunjung di blog Ainhy Edelweiss. Silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar yah, xoxo

Back To Top
error: Content is protected !!