Aktivitasku Beranda

Bincang-Bincang Literasi di Edu Corner

Bincang-Bncang Literasi Di Edu Corner

“Jangan memenjarakan diri dengan aturan-aturan yang tidak ada.” -Kanda Kasman-

Apa manfaatnya bergabung di komunitas literasi? Pertanyaan ini terngiang pertama kali saat hendak mengisi formulir pendaftaran volunteer Edu Corner. Aku merenung sesaat, lalu tersenyum. Tak perlu kuutarakan alasanku bergabung di komunitas ini, semua sudah jelas. Inginku menghapus jejak-jejak masa lalu yang tak menorehkan apa-apa bahkan sebait kalimat diperjalanan hidupku. Hidup hanya untuk hari ini, melakukan yang terbaik saat ini, sesederhana itu.

Ini kedua kalinya bagiku mengikuti kegiatan Edu, pertama rapat perdana, kedua bincang literasi khususnya dunia kepenulisan. Sungguh, bercita-cita jadi penulis menjadi prioritas utamaku sejak dulu, tapi aneh karena cita-cita itu semakin mengambang, mengabur hingga aku lupa akan cita-cita itu. Tapi malam ini, sesuatu mengembalikan kembali cita-cita yang mungkin sudah lama mati atau terkubur entah kemana.

Tepat pukul delapan malam aku tiba dilokasi. Dengan mengandalkan aplikasi ojek online segala aktifitasku pun terasa mudah, hanya satu rasa was-was yang sulit kulupakan, saat pulang tengah malam. Aku adalah perempuan dan satu-satunya anak perempuan ibuku. Tak menjadi soal jika sesuatu terjadi pada diriku, namun bayang ibu dan isak tangisnya saat terakhir kali mendengarnya lewat telpon cukup menjadi tamparan bagiku untuk menjaga diri lebih baik.

Bincang Literasi kali ini dibawakan oleh Kanda Kasman, beliau adalah penulis yang berpengalaman dibidangnya. Seperti biasa, pesertanya dihadiri oleh teman-teman Edu Corner. Mayoritas dari peserta adalah laki-laki, cukup membuatku canggung dan terselamatkan juga berkat kehadiran seorang teman perempuan Edu yang tidak kalah semangat antusiasnya.

Dunia kepenulisan tak selamanya mulus, ucap kanda Kasman memulai bincang Literasi. Profesi seorang penulis tidak selamanya memberikan gambaran masa depan yang cerah, oleh karenanya pemateri menyebut bahwa profesi menulis bukan profesi yang patut dibanggakan didepan mertua. Meski begitu, tak sedikit dari profesi penulis dapat juga mencapai kesuksesan dalam hidup mereka misalnya saja Andrea Hirata, Dan Brown, Aan Mansyur dan sebagainya. Untuk menjadi penulis, seseorang harus tahu apa manfaat dan motivasi ia menulis, karena tanpa motivasi dan mengetahui manfaat menulis, maka sulit bagi seseorang mencapai tujuan kepenulisan. Seperti halnya profesi lain, menulis pun memiliki beberapa kendala, misalnya kurang percaya diri, persoalan teknis, dan orientasi masa depan penulis itu sendiri.

Ada tiga kunci utama dalam dunia kepenulisan, yaitu menulis, menulis dan menulis. Yaap, hanya itu kunci utama menulis. Tak peduli tema apa yang akan kita tulis, alur cerita apa yang ingin kita gambarkan, tapi menulislah apa yang bisa kita tulis semampu kita. Penulis besar berangkat dari sebuah kebiasaan menulis yang konsisten. Adapun persoalan teknis ucap kanda Kasman, merupakan persoalan yang kesekian.

Sebagai peserta sekaligus moderator (walau baru belajar moderator dengan nervous tingkat tinggi) aku menyimak setiap kalimat yang diucapkan kanda Kasman, walau jujur masih banyak istilah yang perlu kupelajari dilain tempat. Teman-teman Edu begitu antusias. Disela-sela bincang literasi, beberapa teman Edu mengajukan pertanyaan. Ada yang bertanya tentang identitas seorang penulis yang bisa dibaca karakternya oleh pembacanya, ada juga yang bertanya jika seseorang ingin menulis lalu kehabisan sebuah ide atau kehabisan kata-kata juga performa kepenulisan apakah dipengaruhi mood atau tidak dan masih banyak lagi pertanyaan teman-teman Edu yang menghidupkan suasana bincang literasi.

Kanda Kasman menjawab semua pertanyaan dari teman-teman Edu. Tidak sulit bagiku untuk memahami penjelasan beliau yang begitu ringan dan mudah dipahami. Diakhir bincang literasi, aku jadi paham bahwa untuk menjadi seorang penulis, kita tak perlu memberikan batasan terhadap diri kita sendiri, menulis merupakan sebuah perjalanan hidup yang akan menggiring sang penulis untuk menemukan dan mengaktualkan hal-hal baru dalam hidupnya. Terakhir yang dapat kupetik dari bincang literasi malam ini, bahwa seseorang harus mengetahui kunci argumentasi tulisannya sendiri, meningkatkan rasa percaya diri, mempelajari retorika, dan perbanyaklah bertanya. Karena dengan bertanya akan banyak hal, pasti melahirkan jawaban-jawaban.

_______

Makassar, 14 September 2018

2 thoughts on “Bincang-Bincang Literasi di Edu Corner

Thankyuuu sobat telah berkunjung di blog Ainhy Edelweiss. Silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar yah, xoxo

Back To Top
error: Content is protected !!