Sedih atau Bahagia? It’s All Your Choice

Halo sobat,

Saat membuka blog saya, bagaimanakah perasaanmu hari ini? sedih? kecewa? marah? atau malah bahagia?

Jika perasaanmu bahagia, syukurlah jika demikian. Tapi, saya yakin, kamu juga pernah merasakan yang namanya sedih, kecewa, patah hati dan terluka. Merupakan hal yang manusiawi ketika kita memiliki banyak gejolak emosi.

Tips move on
Sumber Gambar: Giphy

Nggak selamanya kita merasakan kebahagiaan, kadang didetik ini kita merasa senang, namun tiba-tiba didetik berikutnya entah karena sesuatu yang tak diharapkan membuat kita kecewa bahkan sedih.

Ada beberapa dari kita yang mudah melupakan rasa kecewa, sedih dan patah hati. Mereka begitu cepat beradaptasi dengan situasi yang terjadi di luar dari ekspektasi.

Namun, ada juga beberapa dari kita yang tidak mudah melupakan hal-hal yang bisa merusak suasana hati. Bahkan, tak jarang ada yang menyimpan kekecewaan mendalam selama bertahun-tahun. Tingkat terparahnya ketika rasa kecewa, sedih dan patah hati tadi berubah menjadi benci dan dendam. Yah, efeknya memang akan parah jika kita berlarut-larut dalam kekecewaan.

Mulai dari patah hati karena break up di tengah jalan, kecewa karena ditolak, cinta yang bertepuk sebelah tangan, sakit karena dikhianati, dan hal-hal lainnya yang menjadi penyebab rusaknya suasana hati.

Baca Juga: [Puisi] Tentang Hati yang Patah]

Lalu, jika sudah kecewa atau patah hati, sedih dan terluka, lantas apa yang harus dilakukan?

Move On
Ayo Move On!!!!

Saya bukanlah pakar yang bisa menghilangkan kekecewaan tersebut apalagi menyebut tips-tips jitu nan waw agar bisa move on. Karena semua kembali pada kesadaran diri masing-masing.

Singkatnya, kekecewaan, sedih dan patah hati bersumber dari harapan yang tak terwujud, kita kecewa karena berharap, kita patah hati karena menyerahkan hati sepenuhnya pada orang yang menyia-nyiakannya, maka jangan pernah menyerahkan hatimu sepenuhnya kepada dia yang tidak pantas. Kita sedih karena berharap mendapatkan kebahagiaan di luar dari diri kita, padahal, tanpa mereka pun kita bisa menentukan bahagia kita sendiri.

Baca Juga: Kenangan Manis Tak Terlupakan di Sydney

Jadi, semuanya kembali pada diri masing-masing. Mau mengisi hidup ini dengan energi positif, mensyukuri apa yang kita miliki, atau membiarkannya berlalu begitu saja diserap oleh kekecewaan, kesedihan dan membiarkan diri terluka berlarut-larut.

 

#BlogChallengeSeptember

Artikel Menarik Lainnya

37 Komentar

  1. Happiness depends on yourself! Trueee banget!

    1. Iya kak 😊

  2. Pilihan kita ingin bahagia, tetapi hati terkadang tidak mau sejalan dengan keinginan, bagaimana cara mengatasinya ya

    1. betul bnget kak πŸ™‚

  3. setuju kak, sama seperti kita melihat air dalam gelas yang terisi separuh aja ya, mau dibilang ‘tinggal’ setengah atau ‘masih’ setengah, itu tergantung bagaimana sudut pandang kita melihatnya

  4. Semuanya sebatas rasa syukur aja ya Mbak, sebatas pilihan di hati dan pikiran.

  5. Setuju banget, mbak. bagaimana suasana setiap hari tergantung dari diri sendiri. Karena suasana itu kita yang menciptakan. Kalau kita dalam keadaan sedih yaa suasana hari itu jadi sedih.
    Jadi terus lah berpikir positif supaya bisa menciptakan suasana yang selalu bahagia πŸ™‚

  6. Saya pilih bahagia dengan menerima apa adanya dari Allah
    Karena terkadang dari mata sering terlihat orang sebuah kesedihan…

  7. Setuju. Kebahagiaan kita adalah tanggung jawab kita sendiri. Kita yang mestinya memutuskan mau bahagia atau tidak. Dan salah satu cara bahagia ya mensyukuri hidup yang kita jalani setiap hari. Makasi sudah mengingatkan hal ini ya Kak

  8. kita harus bahagia ya kan mbak. Ga boleh kecewa mulu.

    1. Bener kak 😊

  9. Setuju Mak. Bahagia otu pilihan. Kita yang bisa menentukannu. Semoga, kita semua selalu berada dalam rasa bahagia.

  10. lebih baik bahagia kan mbak daripada kecewa. Banyak hal dalam hidup yang perlu kita syukuri.

  11. Kalo aku lebih memilih bahagia mbak.. karena dengan bahagia InshaAllah lebih nyaman dalam menjalankan kehidupan.. ngga enak tau bersedih hehe.. bahagia itu indah dan lebih keren dan InshaAllah bahagia akan menjadi pilihan yang paling tepat.. aamiin

  12. Kalau udah kerja, kecewa dan sedih itu kadang berhubungan dengan dunia pekerjaan kita. Entah bawahan yg susah diatur, dan lainnya tapi sebenarnya tergantung kita ya mau diambil hati atau nggak, hehehe

  13. Memang kita sebenarnya yang bisa tentukan sendiri ya Mba. Sebisa mungkin selalu bahagia meski dilanda kesedihan.karena .emang hidup berada diantara keduanya

  14. Bener banget bahagia dan kecewa itu piliha, kecewa sedih itu boleh tapi ada masanya . Dan kunci bahagia itu salah satunya bersyukur, klo aku gt sih.

  15. Haha bener banget mbak, itulah yang namanya emosi manusia yaaa, kdng suka kadang duka dan itu gak bisa disetting maupun dihindari. Kyknya buat menerimanya ya kudu dijalani aja dan percaya emang ya gu kehidupan manusia selalu ada di dua sisi itu. Cuma emang sisi sedih lbh susah diterima cuma pasti kalau diingat pasti ada hikmahnya akan lbh gampang

  16. Belajar untuk menerima banyak hal dan tetap bersyukur dalam menjalani kehidupan ini mbak. Karena semua di dalam skenarionya Sang Pencipta.

  17. Bener banget, sedih atau bahagia adalah pilihan kita sendiri. Tapi gapapa kok sedih dan nangis saat hati gak bahagia. Asal jangan lama-lama aja ya. πŸ™‚

  18. Perasaan saya pas buka blog ini lagi flat. Datar aja nggak ada sedih atau bahagia hehe. Efek pertengahan bulan. Antara gajian dan belum gajian. 🀣

    1. Hahahah aq jg biasa gitu

  19. Sepakat bagiku untuk untuk memilih yang terbaik dalam menjalani kehidupan. TApi tentu saja kita pilih untuk selalu bersyukur ya mba atas segala nikmat ya Allah berikan ya

  20. Bagi saya, butuh waktu cukup atau sangat lama untuk pulih dari rasa kecewa teramat sangat karena menyangkut rasa yang dilukai itu tidak semudah untuk pulih begitu saja, akan ada bekasnya.
    Memang jangan sampai energi positif diserap habis oleh energi negatif.

  21. Memang kesedihan itu adalah fase yang harus dilewati.
    Sama seperti kekecewaan, pun kebahagiaan.

    Doanya siih…semoga ujiannya jangan yang berat-berat yaa…

  22. Setiap orang pasti pernah merasakan kecewa, patah hati dan sedih pastinya, sayapun begitu tapi saya juga tak ingin berlama2 dengan perasaan seperti itu karena membuat hari2 saya menjadi tdk bersemangat dan kerjaanpun tertunda karenanya

  23. Memang kuncinya ada dalam diri jadi ingat jumat lalu ada manager yang curhat dan aku suka sama cara managernya dalam kendali diri untuk bersikap atas reaksi ketika semua orang benci kepadanya πŸ™‚

  24. Sedih itu wajar, tapi kalau sampai berlarut, ini yang gak baik. Malah bikin kita depresi sendiri. Jadi yuk semangat!

  25. Setuju Mbak, kebahagian itu hanya diri kita sendiri yang bisa menciptakannya.
    Harus selalu punya pikiran positif dan banyak bersyukur

  26. Teknisnya memang harus seperti itu ya.
    Kalau hanya senyum, tapi saat sendirian murung, sama aja boong ya.
    Belajar senyum terus ah, biar ditulari bahagia terus πŸ™‚

  27. Dewi suka mengumpulkan energi positif dari orang-orang yang energik, biar ikutan heppi, hehehe. Lalu Dewi perbanyak sahabat yang selalu heppi, dan segera menyelesaikan masalah agar tdk timbul kecewa terlalu dalam.

    Makasih sharingnya mbak, sebuah pengingat yang baik:)

  28. Memang konon katanya Happiness is a state of mind yah mbak,
    semoga kita mampu untuk memilih bahagia yah mbak

  29. Betul. Kecewa itu akibat kenyataan tidak sesuai harapan. Makanya sudah sepantasnya kita tidak menggantungkan harapan sepenuhnya pada manusia yang serba terbatas

  30. Aku bukan termasuk orang yang terlalu mikirin lagi bahagia atau enggak, biasa saja tapi kalau memang lagi kerasa banget nih sedihnya aku paling buru2 alihkan sama sesuatu yang bikin move on Soalnya gak suka sedih aku, tapi memang gampang terharu. Hehehe

  31. Bener bangeeet ya.. senang or susah kita semua yang putuskan. Dan jangan salahkan orang lain kalau kita tidak bahagia

  32. Yup.
    Life is a matter of choice ya Mb
    Semoga kita bisa memilih hal2 yg baik dan membaikkan

  33. Sedih dan bahagia reaksi perasaan atas peristiwa. Kitalah yang harus kendaliin. Jika rasanya nggak kuat, kita sudah seyogyanya meminta pertolonganNya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.