Aktivitasku Beranda

Bedah Buku Jaring-Jaring Kehidupan

Setelah menikmati liburan menyambut tahun baru bersama keluarga, saya kembali di Makassar melakukan aktifitas seperti biasa. Selain melakukan aktifitas utama, saya juga menyempatkan mengikuti seminar, kajian atau event yang bisa saya jangkau di Makassar.

Salah satu kegiatan positif yang saya sukai adalah mengikuti kelas belajar, diskusi dan kajian. Hari ini, saya mengikuti bedah buku yang berlokasi di Jln. Sungai Welanae. Sejujurnya, saya belum pernah membaca buku yang akan dibedah, namun karena saya memiliki waktu luang di sore hari, maka saya memutuskan mengikuti bedah buku tersebut.

Baca juga: Ngobrol Santai Bareng Komunitas Edu di Fort Rotterdam

Sekitar pukul 04.00 pm, saya menuju lokasi dengan menggunakan driver online. Jaman sekarang segala aktifitas semakin dimudahkan. Alhamdulillah, saya tiba di lokasi sebelum bedah buku dimulai.

Saya sangat bangga dengan antusias para peserta yang juga mengikuti kelas bedah buku. Kebanyakan perserta masih berstatus mahasiswa, ada yang dosen, pekerja dan umum.

Suasana di kelas bedah buku Jaring-Jaring Kehidupan

Pendaras bedah buku dibawakan oleh kak Asratillah yang sebelumnya juga menjadi pendaras ketika saya mengikuti seminar yang diselenggarakan Makassar Woman Studies.

Apa yang menarik dari buku Jaring-Jaring Kehidupan?

Pertama kali melihat informasi kelas bedah buku di grup whatssup, saya tertarik melihat judul buku tersebut. Saya penasaran bukunya membahas tentang apa, apa yang dimaksud dengan jaring-jaring kehidupan. Akhirnya, setelah mengikuti kelas bedah buku tersebut, rasa penasaran saya terobati.

Buku Jaring-Jaring Kehidupan adalah karya yang ditulis oleh Fritjof Capra dengan judul asli Web Of Life yang diterbitkan oleh Fajar Pustaka Baru, cetakan pertama Juli 2001.

Buku Jaring-Jaring Kehidupan menyodorkan paradigma ilmu pengetahuan baru di mana gagasan dasarnya beranjak dari pertanyaan seorang fisikawan Austria, Erwin Schodinger dalam bukunya What Is life? dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang belum terjawab berabad-abad lamanya.

Sejujurnya, saya tak begitu banyak memahami apa yang ingin disampaikan dalam buku tersebut, bukan karena pendarasnya yang kurang dalam menjelaskan, namun kekurangan kosakata akan banyaknya istilah-istilah yang belum saya pahami.

Baca juga: Malam Minggu Literasi

Tapi, ada beberapa poin yang bisa saya petik dari bedah buku Jaring-Jaring Kehidupan bahwa sangat perlu memikirkan kembali gagasan-gagasan kehidupan yang berlaku hingga detik ini terutama dalam kacamata sains. Terlebih lagi, Penulis buku Jaring-Jaring Kehidupan mengajak pembaca untuk memikirkan struktur kehidupan yang berlanjut pada kehidupan manusia, kelestarian lingkungan, dan masa depan bumi.

Akhirnya, kegiatan mengikuti kelas bedah buku Jaring-Jaring Kehidupan merupakan kegiatan positif pertama yang saya ikuti tahun ini, mudah-mudahan akan ada lebih banyak kegiatan positif lainnya yang memberikan banyak manfaat.

Bagaimana dengan kamu sobat, apakah sudah membaca buku ini? jika iya share dong pendapatmu tentang buku ini di kolom komentar. By the way, nambah satu lagi nih list bacaan yang harus dituntaskan di tahun 2019, semoga tercapai.

Credit Picture: library.lestude.com

3 thoughts on “Bedah Buku Jaring-Jaring Kehidupan

  1. Dalam banget tema tentang kehidupan. bakalan butuh jawaban panjang untuk menelusuri setia maknanya. keren. saya juga senang dengan acara bedah buku dan berharap bisa mengadakan bedah buku untuk novel saya. hehe…

Thankyuuu sobat telah berkunjung di blog Ainhy Edelweiss. Silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar yah, xoxo

Back To Top
error: Content is protected !!